KORDANEWS – Berbekal pakaian Polisi dengan pangkat Brigpol, Bustanul Ardi (31) berhasil memperdaya banyak wanita. Layaknya seorang Polisi sungguhan, Bustanul pun memanjang fotonya yang mengenakan pakaian polisi di Facebook dengan nama akun Ardi Ardi. Ia juga ikut bergabung di grup-grup Facebook agar mudah mencari mangsanya.
“Aku cari wanita-wanita yang membuat status, lalu aku like. Setiap ada status baru beberapa perempuan, selalu aku like biar mereka penasaran,” ujar Bastanul saat diamankan di Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda Sumsel, Senin (9/12).
Dikatakan Bustanul, para perempuan yang penasaran, akhirnya berkomunikasi dengan tersangka dengan cara chat. Saat mangsanya masuk perangkap, tersangka mulai memainkan perannya sebagai polisi gadungan.
Mulai dari chat melalui Facebook, para korbannya diarahkan tersangka untuk saling bertukar akun Instagram. Korban yang sudah terpancing perangkap tersangka, mau menuruti permintaan tersangka untuk berteman di Instagram.
“Setelah di Instagram, baru korban ini aku ajak berkomunikasi lagi biar tidak curiga. Dari situ, baru nanti aku ajak untuk bertukaran nomor telepon,” kata warga Jalan Nangka Lintas Megang Kelurahan Joyoboyo Kecamatan Lubuk Linggau Utara 2 Lubuk Linggau.
Lanjut Tersangka, ia mengaku sebagai anggota polisi berdinas di Polda Jambi, membuat para korbannya mau untuk bertukar nomor telepon. Di sinilah, Bastanul mulai beraksi untuk melancarkan aksinya.
Ia pun meminta korbannya memberikan nomor telepon yang memiliki WhatsApp agar bisa video call dengannya langsung. Dengan mengenakan baju polisi lengkap dengan pangkatnya, Bastanul Ardi biasanya mengajak para korbannya untuk melakukan video call.
Saat video call menggunakan WhatsApp inilah, tersangka mulai mengeluarkan kata-kata rayuannya. Terlebih, dengan pengakuan sebagai seorang anggota polisi yang bertugas di Jambi dan berstatus duda.
“Setelah beberapa kali video call, korban aku rayu. Korban aku ajak untuk video sex melalui WhatsApp, korban yang percaya mau aku ajak seperti itu,” tuturnya.
Ternyata, tak sedikit yang menjadi korban tersangka ini untuk diajak video sex. Mulai dari gadis, hingga wanita berumur 50 tahun juga menjadi korbannya.
Setiap hari, tersangka ini selalu mengajak korbannya untuk video sex. Dengan menggunakan tiga nomor ponsel yang berbeda, tersangka melakukan video sex dengan para korbannya.
“Saat video sex itulah, para korban tidak sadar kalau saat mereka bugil langsung aku rekam. Ini yang jadi senjata aku untuk memeras mereka,” ungkapnya.
Berhasil merekam video bugil para korbannya, tersangka mulai memeras para korbannya. Namun, ia tidak langsung memeras korbannya. Dengan dalih mengajak kencan, tersangka Bastanul minta dikirimkan sejumlah uang kepada korbannya.
Tujuannya, agar ia bisa mendatangi kota dimana para korbannya tinggal. Para korban yang percaya, mau menuruti permintaan tersangka dengan mentransfer uang. Jumlah uang yang ditransfer para korbannya kepada tersangka bervariasi mulai dari Rp 400 ribu hingga Rp 1 juta rupiah.
Uang yang sudah dikirim para korbannya, membuat tersangka kembali melakukan vide call. Ia mengungkapkan, akan segera mendatangi korban untuk bertemu secara langsung.
“Aku tidak pernah menemui korban. Beberapa hari, biasanya korban akan kembali menelepon. Telepon korban tetap aku angkat, agar tidak curiga. Beri Alasan saja dengan korban, aku datang saat hari weekend,” jelasnya.
Para korban Bastanul yang telah mengirim uang kepada dirinya dan tak kunjung datang, marah karena janji tersangka tidak pernah ditepatinya.
Cukup banyak korban yang terperdaya dengan janji manis tersangka untuk datang menemui para korbannya. Para korban wanitanya yang kesal, marah melalui video call di WhatsApp.













