KORDANEWS – Asma adalah suatu penyakit kronis saluran napas yang membuat penderitanya sulit bernapas. Penyakit asma mengganggu saluran napas yang menyebabkan otot saluran napas berkontraksi, menyempit dan menjadi meradang atau memproduksi lendir.
Beradasarakan Riset Kesehatan Dasar tahun 2013, prevalensi asma di Indonesia adalah 4,5% dari populasi, dengan jumlah kumulatif kasus asma sekitar 11.179.032. Penyakit asma berpengaruh pada disabilitas dan kematian dini terutama pada anak usia 10-14 tahun dan orang tua usia 75-79 tahun. Di luar usia tersebut kematian dini berkurang, namun lebih banyak memberikan efek disabilitas.
Penyebab Asma
Penyebab pasti asma tidak diketahui, namun penyakit asma sering kali merupakan hasil dari respons kuat sistem kekebalan terhadap alergen yang ada di lingkungan.
Berikut ini adalah faktor-faktor penyebab asma, di antaranya:
1. Genetika
Penyebab asma yang pertama adalah genetika. Jika orang tua menderita asma, Anda lebih mungkin untuk mengalami penyakit asma di kemudian hari. Beberapa gen terlibat dalam bagaimana sistem kekebalan merespons alergen. Gen-gen ini dapat menyebabkan reaksi yang lebih kuat di saluran udara.
2. Sistem Kekebalan Tubuh
Gejala asma terjadi ketika saluran udara paru-paru menyempit sehingga membuatnya lebih sulit untuk bernapas. Penyempitan ini biasanya disebabkan oleh peradangan yang membuat saluran udara membengkak dan menyebabkan sel-sel saluran napas membuat lendir berlebih.
Bronkospasme atau pengetatan otot-otot di sekitar saluran udara juga membuat saluran udara menyempit dan menyebabkan kesulitan bernapas. Seiring waktu, jika asma tetap aktif, dinding saluran napas bisa menjadi lebih tebal.
3. Alergi
Sebuah studi diterbitkan di Annals of Asthma, Allergy, and Immunology menunjukkan, bahwa lebih dari 65 persen orang dewasa dengan asma di atas usia 55 tahun juga memiliki alergi, dan angka tersebut mendekati 75 persen untuk orang dewasa antara usia 20 dan 40 tahun.
Sumber umum alergen dalam ruangan termasuk protein hewani, sebagian besar dari bulu kucing dan anjing, tungau, debu, kecoak, dan jamur.
4. Merokok
Sebuah penelitian yang dilakukan Partners Asthma Center mengungkapkan, asap rokok dikaitkan dengan peningkatan risiko asma, mengi, infeksi saluran pernapasan, dan kematian akibat asma. Selain itu, anak-anak dari orang tua yang merokok memiliki risiko lebih tinggi terkena asma.













