Sumsel

Peran Kemitraan Perlu Untuk Pengelolaan Lingkungan Sumsel

×

Peran Kemitraan Perlu Untuk Pengelolaan Lingkungan Sumsel

Share this article

 

 

Tidak kalah penting adalah produksi berkelanjutan, dimana mitra pembangunan berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin untuk memastikan produksi sawit dan karet berkelanjutan. Ribuan petani sawit dan koperasi petani karet terus bertumbuh kapasitas dan kesadaran dalam pengelolaan sawit berkelanjutan.

 

 

 

 

Kabupaten Musi Banyuasin mengkoordinasikan dan mendorong inisiatif untuk pengembangan Pusat Unggulan Komoditi Lestari (PUKL) dengan fokus Model Mengelola Area Sumber Komoditi Terverifikasi (MASKoT) menuju Kawasan Industri Hijau.

 

 

 

Dengan prestasi dan reputasi dalam pembangunan berkelanjutan serta kemitraan pengelolaan lanskap yang telah dibangun selama ini, maka Sumatera Selatan menjadi teladan bagi Indonesia. Sebuah provinsi percontohan bahwa upaya pelestarian alam dan pengentasan kemiskinan bisa dijalankan secara terpadu dan kolaboratif.

 

 

 

“Hal ini menjadi modal bagi Sumsel untuk menatap masa depan, untuk terus menjaga kelestarian lingkungan dan meningkatkan penghidupan masyarakat, dari Sumsel untuk Indonesia,” terang dia.

 

 

 

Hal yang sama juga dikatakan Wakil Ketua DPRRI Komisi VII, Alex Noerdin, komitmen untuk pengelolahan lingkungan Sumsel tidak bisa dilakukan sendirian namun harus melibatkan pihak lain, termasuk negara lain.

 

 

 

“Kita tidak bisa melakukan sendirian hanya hanya mengandalakn APBN dan APBD saja. Perlu bantuan negara lain juga. Caranya “jual Sumsel” dan manfaatkan seminar internasional,” ujar Alex usai menjadi pemateri.

 

 

 

Menurut Alex, dalam proses pengelahan lingkungan di Sumsel beberapa tahun sebelumnya dilakukan dengan melibatkan lima negara. Upaya ini dinilai berhasil mengurangi jumlah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) pada tahun 2018 lalu. (Ril)

 

 

 

 

 

Editor : Jhonny

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *