Sementara itu, Gubernur Sumsel, Herman Deru, bahwa penunjukan ini menjadi tantangan tersendiri apalagi Sumsel sudah MoU dengan Mentan, untuk ekslarasi Provinsi pertama yang mengekspor pangan dalam hal ini beras.
“Ini tentu menjadi pancingan sendiri bagi Pemprov, Pemkab, petani, masyarakat untuk meningkatkan produksi dengan kualitas di bawah bimbingan Kementerian. Ya paling tidak ketika program #SERASI berhasil, mungkin ada transformasi teknologi yang akan diberikan untuk menjadi petani modern, saya pikir butuh waktu 1 tahun,” jelasnya.
HD mengatakan ada beberapa alasan mengapa Sumsel dipilih oleh Mentan untuk menjadi daerah pengekspor di Indonesia. Yang pertama adalah semangat dan keberadaan penyuluh dan luas tanam yang memadai. Termasuk distribusi pupuk yang baik dan sangat memungkinkan karena Sumsel dekat dengan semua penjuru negara.
“Soal berapa besarnya itu nanti tergantung permintaan, tapi untuk produksi beras kita saat inj sudah hampir 6 juta ton dan aangat surplus. Tahun 2018 Sumsek rangking 8 nasional, 2019 rangking 5, target kita rangking 3. Kalau ada yang tanya siapa yang hebat, yang hebat adalah petaninya,” jelas HD.
Editor : Chandra.











