Ada banyak cara yang bisa Anda lakukan untuk menjaga kesehatan mental saat hamil. Di antaranya adalah dengan menerapkan gaya hidup sehat, mulai dari mengonsumsi makanan bergizi seimbang, tidak mengonsumsi alkohol, berhenti merokok, dan tidur cukup.
Ibu hamil juga dianjurkan untuk menyediakan waktu beristirahat atau melakukan hal yang disukai demi menjaga kestabilan emosi.
Hal lain yang perlu dilakukan adalah berbicara jujur tentang perasaan Anda ke orang terdekat, terutama pasangan.
Bagaimana jika telanjur mengalami gejala gangguan mental? Dikutip melalui Psychology Today, berikut beberapa hal yang dapat dilakukan:
-Konsultasi ke terapis. Seorang terapis akan membantu ibu hamil untuk mengatasi perasaan dan pikiran negatif. -Jenis terapi disesuaikan dengan kebutuhan. Namun secara umum, terapi yang dilakukan berupa cognitive behavioural theraphy (CBT), terapi psikoanalitik dan psikodinamik, psikoterapi interpersonal, serta terapi penerimaan dan komitmen (ACT).
-Resep obat-obatan, seperti obat antidepresan. Konsumsi obat harus sesuai anjuran dokter sehingga tidak dapat dikonsumsi sembarangan.
-Meditasi. Dengan cara ini, ibu hamil diajarkan untuk memberi perhatian penuh pada pikiran dan perasaan yang sedang dialami. Hal ini diharapkan dapat membantu ibu hamil menyesuaikan pikiran dan perasaan, sehingga mampu mengatasi kondisinya secara mandiri. Misalnya dengan duduk rileks sambil menarik dan membuang napas secara perlahan.
-Mencari kelompok pendukung. Teman dan keluarga dapat diandalkan sebagai tempat berkeluh kesah mengenai kehamilan. Namun terkadang, ibu hamil membutuhkan kelompok pendukung dengan kondisi serupa untuk saling menguatkan. Dengan bertemu kelompok pendukung, ibu bisa terbuka tentang perasaan dan pengalaman yang dialami selama kehamilan. Ibu juga bisa mendengar apa yang dialami sesama wanita hamil, sehingga membuat ibu tidak merasa sendirian.
Editor: John.W













