Solusi Cepat
Satu yang pasti, keputusan mendatangkan Ibra termasuk solusi jangka pendek. Milan tidak mungkin menggantungkan masa depan klub pada pemain 38 tahun.
Ibra mungkin hanya melewati dua tahun di Milan (2010-2012), tapi dia punya tempat tersendiri di hati fans. Paling tidak, melihat Ibra bermain di lapangan bakal membuat fans sedikit lebih tenang.
Ketenangan inilah yang dibutuhkan Pioli dan pihak klub untuk bekerja membangun masa depan. Ketika Milan tidak lagi menelan kekalahan konyol, saat itulah mereka baru bisa bekerja sebaik-baiknya.
Mencari Kestabilan
Ibra tidak lupa diri. Dia tahu bahwa kemampuannya sekarang tidak sebaik dahulu. Bagaimanapun, tampil impresif di MLS tidak sama dengan kembali bermain di Serie A.
“Mustahil saya bermain seperti 10 tahun lalu, tetapi saya tahu apa yang bisa saya perbuat. Daripada berlari, saya bisa menembak dari jarak 35 meter!” tegas Ibra.
Milan, jelas tidak mengejar gelar juara musim ini, bahkan Liga Champions sulit dijangkau. Saat ini mereka tertinggal 14 poin dari posisi keempat, mungkin Milan bakal puas mengejar satu slot Liga Europa.
Ibra datang untuk membantu mencapai target itu. Milan harus stabil dahulu, baru bisa bicara perkembangan.
Editor: John.W













