KORDANEWS – Tidak hanya insomnia yang berisiko menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan. Tidur berlebihan alias hipersomnia pun bisa membuat Anda kelelahan, sulit berkonsentrasi, hingga meningkatkan risiko munculnya berbagai penyakit. Untungnya, ada sejumlah cara yang dapat Anda lakukan untuk mengatasi masalah tidur berlebihan.
Beragam trik mengatasi tidur berlebihan
Hipersomnia bisa disebabkan oleh banyak faktor. Mulai dari jam tidur yang kurang, efek samping obat, hingga penyakit tertentu yang membuat Anda sering mengantuk.
Agar penanganan lebih efektif, Anda perlu mengetahui penyebabnya terlebih dahulu.
Berikut beberapa cara menangani masalah tidur berlebihan berdasarkan penyebabnya:
1. Menerapkan langkah-langkah tidur sehat
Ini adalah cara yang paling sederhana, tapi memerlukan komitmen kuat agar Anda bisa mengatasi tidur berlebihan.
Tidur sehat atau sleep hygiene terdiri dari sejumlah cara yang perlu dilakukan secara rutin guna mengembalikan siklus tidur yang normal.
Mengutip National Sleep Foundation, beberapa cara yang bisa dilakukan yaitu:
Membiasakan tidur dan bangun pada jam yang sama.
Membatasi tidur siang agar tidak melebihi 20-30 menit sehari.
Tidak mengonsumsi kafein, nikotin, alkohol, minuman bersoda serta makanan yang digoreng, pedas, tinggi lemak, dan asam sebelum tidur. Makanan dan minuman ini bisa merangsang kerja sistem pencernaan selama tidur.
Memastikan lingkungan kamar mendukung untuk tidur. Misalnya dengan meredupkan lampu, menggunakan bantal dan guling yang empuk, dan mengatur suhu kamar agar tidak terlalu panas atau dingin.
Melakukan hal-hal yang membuat Anda rileks sebelum tidur. Contohnya, mandi air hangat, membaca buku, atau meregangkan tubuh.
2. Terapi kognitif dan perilaku (cognitive behavioral therapy atau CBT)
Cara yang satu ini dapat digunakan untuk mengatasi tidur berlebihan akibat masalah psikologis.
Terapi ini bertujuan untuk mengubah pola pikir, emosi, respons, maupun perilaku yang membuat pasien rentan mengalami hipersomnia.
CBT dilakukan dalam beberapa sesi bersama seorang terapis. Terapis akan membantu pasien menguraikan masalahnya menjadi beberapa bagian, lalu bersama-sama mencari solusinya.
Solusi yang disepakati tersebut diharapkan dapat memberikan kemajuan pada sesi konseling berikutnya.
3. Minum obat stimulan













