HD juga mengungkapkan dengan pembangunan jalan tol Palembang – Indralaya yang sudah operasional dan Palembang – Betung yang kini tengah dibangun, di sisi lain menimbulkan dampak kemacetan di perlintasan sebidang seperti Prabumulih dan Muara Enim, serta Baturaja. “Ada 9 jalan di Sumsel yang sering terjadi kemacetan karena dilintasi kereta api. Ini kita usulkan agar segera dibangun fly over atau under pass, ke Kementerian Perhubungan dan PU, sebab ini masuk jalan nasional”, ujarnya.
Sedangkan untuk pembangunan jembatan Endikat, HD mengatakan pihaknya telah meminta kajian teknis dari Kementerian Perhubungan untuk mendorong ke Kementerian PU agar jembatan tersebut segera dibangun. ” Paling tidak nanti di wilayah tersebut bisa mempersingkat rute dan memperlandai konturnya”, tandasnya.
HD menambahkan, tidak hanya jembatan Endikat yang diusulkan termasuk juga jembatan Lematang. “Iya, dua-duanya kita ajukan dan usulkan. Endikat dan Lematang, sebab ini sebelumnya sudah pernah kita usulkan, dan masuk dalam kebijakan strategis nasional”, tegasnya.
Seperti diketahui keinginan pembangunan Jembatan Lematang itu kembali mencuat pasca terjadi kecelakaan maut Bus Sriwijaya di liku Lematang pada 23 Desember lalu yang menewaskan hingga 35 orang.
Dari empat usulan yang diajukan tersebut, HD menjelaskan semuanya ditanggapi dengan baik oleh Kementerian Perhubungan, ada yang segera mendapat solusi, ada juga yang masih membutuhkan kajian lebih lanjut.
Sementara menanggapi usulan yang diminta Gubernur Herman Deru, Menteri Budi Karya Sumadi berjanji segera mengupayakannya. Terkait percepatan pemindahan pelabuhan Boom Baru ke pelabuhan TAA sekaligus pengembangannya, Budi menyarankan agar dapat dilakukan tender ataupun dikompetisikan. “Bisa dilakukan kerjasama antara pemerintah dan swasta. Kalau Kementerian Keuangan sendiri cenderung untuk melibatkan swasta, sehingga tidak sepenuhnya memakai dana APBN. Akan lebih baik lagi skema pembiayaannya antara swasta dan investor”, terangnya.
Editor : Chandra.













