KORDANEWS – Salah satu cara untuk mencegah tertular infeksi Novel coronavirus adalah menggunakan masker. Namun masker seperti apa yang sebaiknya dipakai? Apakah jenis masker bedah biasa atau masker jenis N95 yang berfungsi mencegah partikel?
Hingga tanggal 24 Januari 2020, virus yang dapat menyebabkan penyakit pneumonia ini sudah menelan sebanyak 26 korban jiwa dengan lebih dari 800 orang yang terinfeksi di China. Sejumlah imbauan pun terus disampaikan oleh pemerintah Indonesia agar masyarakat waspada, salah satunya menggunakan masker.
Berikut ulasan mengenai masker yang benar untuk mencegah infeksi coronavirus.
Penggunaan masker sebagai pencegahan infeksi coronavirus
Masker merupakan salah satu alat perlindungan diri yang dapat menghalangi tubuh dari paparan polusi udara dan debu. Penggunaan masker juga sudah menjadi upaya pencegahan primer dari berbagai risiko penyakit yang tersebar lewat partikel-partikel di udara.
Keefektifan masker untuk melindungi dari risiko penyebaran virus turut dibuktikan dalam sebuah penelitian yang dipublikasikan pada International Journal of Infectious Disease. Penelitian tersebut menemukan bahwa penggunaan masker yang benar dapat menurunkan risiko terdiagnosis penyakit seperti flu sebanyak 80% lebih rendah.
Jika bercermin pada kasus merebaknya Novel coronavirus, sebenarnya para ahli belum mengetahui persis bagaimana virus ditularkan. Namun, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) di Amerika menyarankan kepada tenaga medis untuk memperlakukannya seperti patogen yang dapat menyebar lewat partikel di udara. Oleh sebab itu, penggunaan masker untuk perlindungan dari Novel coronavirus pun dilakukan.
Dampaknya, masyarakat turut menggunakan masker setiap bepergian sebagai upaya mengurangi risiko terinfeksi Novel coronavirus. Terdapat dua jenis masker yang banyak dipilih, yaitu masker bedah dan masker N95.
Surgical mask atau face mask adalah jenis masker sekali pakai yang sering digunakan oleh tenaga medis saat menangani pasien. Surgical mask mudah ditemukan dan harganya terjangkau sehingga lebih banyak orang yang menggunakan masker ini untuk penggunaan sehari-hari.
Jenis masker ini akan bantu melindungi Anda dengan mencegah paparan partikel besar di udara yang mungkin mengandung virus. Selain itu, masker ini juga menghalangi Anda dari percikan cairan tubuh orang lain yang dikeluarkan saat bersin atau batuk.
Sedangkan, N95 adalah jenis masker yang dibuat untuk menghalangi partikel besar maupun partikel kecil di udara yang mengandung virus. Nama N95 berasal dari kemampuannya yang dapat menyaring 95% partikel di udara.
Tidak hanya untuk pencegahan penyakit, masker N95 juga sering digunakan oleh para pekerja saat berkutat di area yang penuh dengan paparan zat berbahaya. Hal ini membuat masker N95 kerap dianggap sebagai perlindungan yang lebih ekstra.
Apakah masker N95 terbukti lebih ampuh untuk pencegahan coronavirus?
masker
Meski masker sudah disarankan sebagai salah satu upaya pencegahan coronavirus, para ahli memiliki pendapat yang berbeda-beda tentang jenis masker manakah yang sebaiknya digunakan.
Melihat dari cara kerjanya, masker jenis N95 mungkin lebih direkomendasikan penggunaannya untuk pencegahan coronavirus. Masker N95 dirancang khusus dan lebih ketat dengan menyesuaikan ukuran pada sekitar hidung dan mulut.
Keunggulan masker N95 yang tidak dimiliki oleh masker bedah juga ada pada kemampuan filtrasinya yang dapat menyaring partikel-partikel kecil.
Namun, penggunaan masker N95 sebagai pencegahan coronavirus tidak disarankan untuk pemakaian sehari-hari. Jenis masker N95 lebih sulit digunakan dan akan membuat ruang bernafas lebih terbatas.













