KORDANEWS – Pada akhir tahun 2019, seorang remaja asal Texas, Amerika Serikat, meninggal karena masalah paru-paru kronis akibat penggunaan rokok elektrik atau vaping. Kondisi medis tersebut kini lebih dikenal sebagai penyakit EVALI atau e-cigarette or vaping used-associated lung injury.
Simak ulasan di bawah ini untuk mengetahui lebih lengkap apa penyakit yang mengintai perokok elektrik ini.
Apa itu penyakit EVALI?
Kanker paru
EVALI sebenarnya merupakan singkatan dari e-cigarette or vaping used-associated lung injury dan dulu lebih dikenal sebagai VAPI (vaping pulmonary illness).
Penyakit akibat rokok elektrik ini kemudian diubah menjadi EVALI terkait peningkatan kasus karena rokok elektrik seperti yang dilansir dari laman American Lung Association.
Pada awalnya, infeksi paru-paru ini ditemukan pada tahun 2019 setelah dinas kesehatan seluruh Amerika Serikat bekerja sama untuk mengidentifikasi infeksi paru-paru yang muncul pada orang sehat.
Seiring dengan berjalannya waktu dan sejumlah penelitian terus dilakukan, para dokter dan peneliti menemukan satu kesamaan dari beberapa pasien. Mereka menggunakan rokok elektrik dan vaping baru-baru ini.
Oleh karena itu, EVALI disebut-sebut sebagai penyakit paru-paru yang mengintai para pengguna rokok elektrik dan vape.
Penyebab penyakit EVALI
vaping saat puasa
Seperti yang sudah diketahui sebelumnya, penyabab penyakit EVALI bisa terjadi adalah penggunaan rokok elektrik dan vape.
Para peneliti berpendapat bahwa vitamin E asetat, yaitu zat aditif dalam rokok elektrik yang mengandung THC adalah penyebab utama. THC (tetrahydrocannabinol) adalah zat aktif yang biasanya ditemukan pada tanaman ganja.
Di Amerika Serikat, penggunaan THC sering dikaitkan dengan masalah pernapasan yang dapat menyebabkan radang paru-paru. Maka itu, sangat disarankan untuk menghindari senyawa aktif ini.
rokok elektrik menyebabkan kanker
Walaupun demikian, vitamin E asetat bukan penyebab satu-satunya mengapa infeksi paru bisa terjadi. Hal ini dibuktikan melalui laporan dari CDC. Mereka mencoba menganalisis cairan bronchoalveolar lavage (BAL) dari beberapa pasien sehat.
Selanjutnya, cairan tersebut dibandingkan dengan cairan BAL milik orang yang sehat. Hasilnya, vitamin E asetat ditemukan pada cairan BAL pada 48 dari 51 pasien EVALI. Sedangkan, zat yang sama tidak ditemukan pada orang yang sehat.
Sebenarnya, selain vitamin E asetat, masih terdapat zat lainnya yang ada pada rokok elektrik dan perlu dilihat apakah bisa meningkatkan risiko infeksi paru-paru ini. Maka itu, masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk melihat penyebab dari penyakit EVALI ini.













