KORDANEWS – Sejak kebijaksanaan Pemerintah Arab Saudi yang mengholding seluruh jema’ah haji dari seluruh dunia yang terindikasi terpapar virus Corona, maka KBRI Indonesia kena juga dampaknya.
Hal ini disampaikan Prof. Dr. H. Nizar Ali, M. Ag selaku Dirjen Haji dan Umrah Kemenag RI Jakarta pada beberapa media di Palembang mengadirkan “Karena ada kebijakan seperti ini maka pemerintah Indonesia menghargai dan mengapresiasi untuk kepentingan halayak besar, kesehatan itu merupakan salah satu aspek yang harus dijaga oleh kita semua” ungkapnya di Best Skip Hotel Palembang.
Dikatakannya, dengan adanya kebijakan ini, maka sejak tanggal 27 Februari itu, yang kena dampak kebijakan ini adalah 75 penyelenggara Ibadah Umroh yang jumlah jema’ah ada 2393 jema’ah dan terdampak tidak berangkat dan ada yang sudah di bandara karena ada larangan ini, mereka tidak bisa terbang. Bagi yang sudah terlanjur terbang sejak itu, maka masih bisa ditoleransi oleh Arab Saudi sehingga masih bisa menjalankan ibadah umroh termasuk teman-teman yang ada di Arab Saudi tetap berjalan sebagaimana adanya. Tetapi di luar itu ada 1685 jema’ah yang tertahan di negara transit yang belum sampai di Arab Saudi terganjelah.
“Tetapi karena dia sudah ada di darat maka di kembalikan ke Indonesia dan ini tanggung jawabnya adalah dari maskapai dan gratis dalam hal ini, karena situasi ini adanya posmarger jadi kita tidak bisa menyalahkan siapapun dan ini harus kita hargai, terhadap kebijakan kita ada yang kena dampak wattinglist dalam bahasa yang populer, sudah melakukan koordinasi dengan maskapai dan pihak biro travel dengan Kementerian terkait, Menlu, Melukes, Menhubungan kemudian Menkeu pmka seperti letting sektor koordinator sudah ada kesepakatan yang pertama bahwa yang sudah terlanjur memesan tiket untuk periode pasca diterapkannya, larangan ini, maka nanti tinggal di reschedul, jadi uangnya masih tetap utuh, tinggal mereschedul kapan, ketika itu dibuka tinggal kapan berangkat nya, tidak merugikan jema’ah” beber nya.
Lebih lanjut dikatakannya, terkait dengan layanan yang sudah dibayar di Arab Saudi, kapasitas kita hanya meminta kepada pemerintah Arab Saudi supaya ini bisa juga di reschedul kembali paling tidak uang nya bisa dikembalikan, karena kita meminta satu paket, kalau satu paket masak uang nya diminta sementara maskapainya jalan.













