KORDANEWS-Palembang Icon kembali menyelenggarakan pagelaran fashion terbesar di Sumatera Selatan yang secara resmi menjadi acara tahunan yaitu Palembang Fashion Week (PFW) 2020 pada tanggal 26 Februari hingga 8 Maret 2020 di Atrium Utama Palembang Icon untuk designer & tenants Fashion Week bazaar, sedangkan untuk Designer & Tenants Showcase dilaksanakan mulai dari tanggal 5-7 Maret 2020 di Palembang Sport & Convention Center.
Kepada KordaNews hal ini disampaikan Trulli selaku Marketing Communication Asst. Dept Head Palembang Icon mengatakan “Palembang Fashion Week 2020 mengangkat tema ‘YOUNG & NATURE’ turut mendukung perkembangan industri fashion lokal dengan menggaet para designer lokal dengan kredibilitas di kancah internasional.” bebernya, Kamis (5/03)
Dikatakannya, Fashion Designer, Anne Avantie dan Putri Indonesia juga akan menampilkan hasil karyanya dengan tema ‘Tjerita Tjinta’ yang akan menjadi puncak acara dari PFW 2020 dengan Dua puluh designer lokal yang menampilkan karya-karyanya antara lain Lentera by Hj. Ratu Anita Soviah, Ivan Geofany x Dekranasda OKU Selatan, Al Divo x Pertamina, HYS by Hilda Amalia, Brilianto, Kelas Desain Nadina Salim, Rumah Butik Emy by Hj. Emy, Ladys Tenun Klasik, Butik Nadine by Nining Sudarsomo, Cerah, Kreasi Tenun by Yulieza, Lady in Kaftan, Rumah Songket Adis, Yezz Design, Yani Oscar x Nanik Iswinah Dekranasda Kota Jambi, Bella Burhan x Angesty Dekranasda Kota Jambi, Tiyas x Riva Dekranasda Kota Jambi, Mitra Binaan PT. Pusri Palembang, Guillich by Nuri Syarif.
Menurut, Coing selaku Mall Directur Palembang Icon, beberapa koleksi karya designer yang ditampilkan pada PFW 2020 akan didominasi dengan warna-warna natural dan mengandung unsur alam. Salah satunya adalah designer Brilianto yang sudah bergabung sejak PFW pertama kali pada tahun 2014. Tahun ini, Brilianto menampilkan karya dengan tema ‘Memboemi’ yang mengajak manusia untuk menjaga dan merawat bumi, salah satunya dengan mendaur ulang kain sisa produksi agar tidak menjadi limbah tekstil. Terinsipirasi dari bencana kebakaran hutan Sumatera Selatan, koleksi Brilianto menampilkan detail dengan teknik patchwork dan slash yang menyerupai lapisan kulit bumi dan asap kebakaran hutan hingga teknik pleats pada kain untuk menyerupai kulit kayu yang terbakar. Busana ready to wear ini menggunakan warna campuran antara alam dan chemical dengan hasil warna yang lembut.













