KORDANEWS – Banyak orang mengandalkan kerokan ketika mereka masuk angin. Tak hanya orang dewasa, orangtua pun kadang membiarkan anak-anak mereka yang masuk angin meredakan gejala dengan kerokan. Namun, apakah kerokan pada anak aman dilakukan? Simak ulasannya berikut ini.
Amankah kerokan pada anak-anak?
Masuk angin sebenarnya adalah kondisi yang ditandai dengan munculnya sejumlah gejala, seperti demam, badan pegal, perut mual dan kembung, hingga hidung mampet.
Rasa “tak enak badan” akibat masuk angin ini disinyalir karena terlalu banyak angin yang masuk ke tubuh. Kerokan menjadi salah satu cara yang umum, baik untuk dewasa maupun anak, untuk meredakannya.
Menurut dr. Andi Khomeini Takdir Haruni, Sp.PD, seperti dikutip dari laman Vice Indonesia, kerokan menyebabkan sugesti nyaman pada seseorang. Itu sebabnya, banyak yang percaya bahwa rasa “tak enak badan” bisa sembuh dengan kerokan.
Dalam dunia kedokteran sendiri, kerokan pada anak ataupun orang dewasa diperbolehkan. Namun, Prof. Dr. dr. Didik Gunawan Tamtomo, PAK, MM, MKes dalam artikel yang dipublikasikan detikHealth menyebut ada hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum melakukan kerokan pada anak.
Guru besar Fakultas Kedokteran Unversitas Negeri Sebelas Maret itu menyebut bahwa bayi dan balita tak boleh dikerok dengan gesekan terlalu kuat. Alasannya, jaringan kulit pada anak-anak, terutama bayi dan balita masih lemah dan rentan.
Solusinya, Prof. Didik menyarankan untuk menggunakan irisan bawang merah ketika saat ingin melakukan kerokan pada anak-anak.
Hal ini untuk menghindari rasa sakit dan iritasi pada kulit akibat goresan koin, benda yang biasa digunakan untuk kerokan.













