KORDANEWS – Badan Pusat Statistik (BPS) Sumsel mencatat Provinsi Sumatera Selatan pada bulan April 2020 mengalami deflasi sebesar 0,15 persen. Salah satu komoditas yang menyumbangkan penurunan harga itu adalah cabai merah.
Seperti di Kota Palembang misalnya pada bulan April 2020 mengalami deflasi sebesar 0,12 persen. Komoditas yang dominan menyumbang andil terhadap deflasi bulan April 2020 di Kota Palembang, antara lain cabai merah, daging ayam ras, biaya pulsa ponsel, telur ayam ras, dan beras.
Demikian halnya di Kota Lubuk Linggau pada bulan April 2020 juga mengalami deflasi sebesar 0,43 persen. Komoditas dominan
yang menyumbang andil deflasi di Kota Lubuk Linggau antara lain cabai merah, angkutan udara, daging ayam ras dan biaya pulsa ponsel.
Sementara itu di Sumsel inflasi
Tahun Kalender (kumulatif sampai dengan April 2020) tercatat sebesar 0,76 persen, dan Inflasi Tahunan “year on year” (April 2020 terhadap April 2019) sebesar 2,48 persen.
” Kenapa Cabai merah menyumbang inflasi, salah satu faktornya adalah suplai dan demend karena memang saat itu cabai sedang panen,” jelas Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumsel Endang Tri Wahyuningsih di Palembang.
Sementara itu untuk perkembabgan Nilai Tukar Petani (NTP) Sumsel pada bulan April 2020 tercatat sebesar 91,21 atau turun sebesar 3,10 persen dibanding NTP bulan sebelumnya.
Penurunan NTP ini dipengaruhi oleh Indeks Harga yang Diterima Petani (It) yang mengalami penurunan rata-rata sebesar 3,22 persen.
Sedangkan rata-rata Indeks yang Dibayarkan Petani (Ib) hanya mengalami penurunan sebesar 0,13 persen.
Penurunan NTP April 2020 jelas Endang dipengaruhi oleh turunnya NTP pada semua subsektor, yang masing-masing turun yakni subsektor tanaman pangan sebesar 1,91 persen, hortikultura 0,74 persen,
perkebunan 3,69 persen, peternakan 1,99 persen, perikanan 1,75 persen, perikanan tangkap 1,73 persen dan perikanan budidaya sebesar 1,78 persen.













