KORDANEWS – Militer Korea Utara dan Korea Selatan terlibat baku tembak di zona demiliterisasi (DMZ) yang merupakan perbatasan kedua negara, Minggu (3/5) pagi.
Baku tembak bermula ketika tentara Korea Selatan yang tengah bertugas di pusat kota Cheorwon di DMZ mendengar serangkaian tembakan sekitar pukul 07.41 waktu lokal.
Ketika mendekati sumber suara, Kantor Kepala Staf Gabungan Militer Korea Selatan (JCS) menuturkan para personelnya menemukan empat bekas tembakan peluru pada dinding post penjaga.
JCS lalu memaparkan para personelnya menembakkan total 20 tembakan sebagai respons yang masing-masing 10 tembakan dalam satu putaran. JCS menuturkan tindakan itu sesuai dengan manual respons mereka.
“Kami juga mengirim pemberitahuan kepada Korea Utara melalui jalur komunikasi inter-Korea sekitar pukul 09.35 dan meminta penjelasan.
Korea Selatan menuturkan tidak ada korban dan kerusakan berarti yang dialami pihaknya akibat insiden ini. Sejauh ini, belum jelas apakah insiden itu berdampak bagi militer Korea Utara di DMZ.
Militer Korea Selatan menuturkan pihaknya masih terus menyelidiki peristiwa itu berdasarkan barang bukti yang didapat seperti peluru yang ditemukan di lokasi kejadian. Seoul juga masih menganalisis motif penembakan tersebut.
Namun, hasil investigasi awal JCS menunjukkan bahwa insiden itu tampaknya bukan sebuah provokasi yang disengaja.
“Suasana ketika insiden terjadi sangat berkabut dan tentara Korea Utara biasanya bergantian giliran jaga di rentang waktu tersebut,” ucap seorang pejabat JCS seperti dikutip kantor berita Yonhap.













