KORDANEWS – Korea Selatan memperingatkan potensi gelombang kedua penularan virus corona (Covid-19) setelah menemukan kluster dan lonjakan kasus baru dalam satu bulan terakhir.
“Ini (penularan virus corona) belum berakhir sampai ini benar-benar berakhir,” kata Presiden Moon Jae-in pada Minggu (10/5).
Moon mengatakan sebuah kluster baru penularan corona menunjukkan virus dapat menyebar secara luas kapan saja. Ia juga memperingatkan akan potensi gelombang kedua penularan corona pada akhir tahun ini.
Pernyataan Moon itu muncul setelah Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korsel (KCDC) melaporkan 34 kasus corona baru. Jumlah itu menjadi yang tertinggi sejak 9 April lalu.
Puluhan kasus baru itu ditemukan di sejumlah kelab malam hingga mendorong pihak berwenang menutup semua fasilitas hiburan malam terutama di sekitar Ibu Kota Seoul.
Lonjakan kasus baru itu, berdasarkan data statistik Worldometers per Senin (11/5), menjadikan jumlah kasus Covid-19 di Korsel mencapai 10.909 dengan 256 kematian.
Penularan baru ini muncul ketika pemerintahan Moon baru melonggarkan sejumlah kebijakan pembatasan pergerakan sosial dan mulai membuka kembali sejumlah sekolah serta bisnis.
“Kita tidak boleh menurunkan tingkat kewaspadaan kita mengenai pencegahan penularan pandemi ini. Kita berada dalam perang yang berkepanjangan. Saya meminta semua orang untuk mematuhi tindakan pencegahan dan peraturan keselamatan sampai situasi benar-benar berakhir bahkan meski telah melanjutkan aktivitas sehari-hari,” kata Moon seperti dilansir AFP.
Moon menegaskan KCDC akan tetap menjadi ujung tombak pemerintah dalam menangani pandemi corona dan dibantu dengan lembaga pemerintah daerah.













