Health

Ini Tips Menaikkan Berat Badan Bayi Efektif dan Aman

×

Ini Tips Menaikkan Berat Badan Bayi Efektif dan Aman

Share this article

KORDANEWS – Sebagai orangtua tentu akan khawatir jika sang buah hati mengalami kekurangan gizi yang terlihat dari berat badan yang rendah. Jika memang demikian, maka kita harus berusaha mencari cara menaikkan berat badan bayi dengan efektif dan aman.

Cara aman harus menjadi poin yang paling penting, karena bayi jelas berbeda dengan orang dewasa. Kita perlu memperhatikan bahwa sistem pencernaan bayi belum berkembang sepenuhnya sehingga ada jenis makanan tertentu yang boleh dan yang tidak untuk bayi.

Apakah berat badan bayi perlu dinaikkan?
Berat badan normal bayi baru lahir adalah sekitar 2500-4500 gram. Namun pada hari-hari awal setelah lahir, berat badan akan turun. Namun jangan khawatir karena ini merupakan proses normal dan berat badan bayi akan naik kembali setelah 10-12 hari.

Berat baru lahir ini akan dipengaruhi oleh genetik, kesehatan ibu selama kehamilan, dan nutrisi yang dikonsumsi ibu selama mengandung. Jika Anda dapati sang buah hati lahir dengan berat badan dibawah nilai normal jangan khawatir yang penting setelah lahir kita bisa mengejar ketertinggalan itu.

Selanjutnya pada bulan-bulan awal setelah kelahiran, kita bisa mengetahui status berat badan bayi dengan cara membandingkan berat badan saat ini dengan grafik berat badan normal. Salah satu grafik yang dapat menjadi panduan adalah Kartu Menuju Sehat (KMS) yang bisa Anda dapatkan di Puskesmas atau Posyandu terdekat. Dengan adanya grafik di dalam KMS akan membantu anda dalam acuan pertumbuhan dan perkembangan normal bayi.

Pada kartu KMS akan terlihat grafik yang dilengkapi dengan daerah berwarna hijau kuning dan merah. Jika grafik bayi Anda berada dalam warna hijau berarti berat badan normal, jika kuning berarti harus waspada, dan merah berarti berat badan kurang.

Tips atau cara menaikkan berat badan bayi baik diterapkan untuk bayi dengan berat badan di garis kuning dan merah.

Kenali penyebab berat badan bayi rendah
Berikut beberapa penyebab berat badan bayi rendah atau sulit naik:

1. Kurang asupan
Makanan terbaik bayi baru lahir sampai usia 6 bulan adalah ASI, tidak perlu makanan lainnya. Jadi apabila jumlah ASI dan frekuensi pemberian cukup, maka tidak ada masalah.

Namun ketika salah satunya terganggu, maka berat badan bayi bisa rendah dan mungkin membutuhkan bantuan susu formula. Ketika bayi sudah berusia di atas 6 bulan, maka harus ada makanan pendamping ASI (MPASI) karena ASI saja tidak cukup.

Berilah MPASI yang bergizi sesuai usianya. Dalam hal ini peranan bunda sangatlah besar untuk menentukan asupan nutrisi yang seimbang dengan kebutuhan gizi bayi.

2. Bayi mulai aktif
Gerak dan aktivitas bayi cenderung meningkat pada usia di atas 6 bulan. Di mana pada usia ini bayi, sudah mulai mengangkat kepala, belajar merangkak, duduk, dan di atas 9 bulan sudah mulai belajar berjalan.

Aktivitas yang telah meningkat ini tentu saja harus ditunjang dengan asupan nutrisi yang sesuai. Jika tidak, maka berat badan akan menyusut dan perkembangan juga bisa terhambat.

3. Terkena penyakit
Jika bayi sedang mengalami gangguan kesehatan, misalnya masalah pada pencernaan yang membuat sistem penyerapan makanan menjadi terganggu, terkena diare dan sebagainya, maka upaya untuk memberinya asupan yang cukup bisa terganggu sehingga akan mempengaruhi berat badan bayi. Jika hal ini terjadi, maka harus mengatasi penyakitnya terlebih dahulu. Tentu saja dengan bantuan dokter.

Untuk bayi baru lahir sampai usia 6 bulan, asupan yang paling berharga adalah ASI. Untuk itu pada usia ini ibu harus berupaya meningkatkan kualitas ataupun kuantitas ASI agar dapat menaikkan berat badan bayi atau menjaganya dalam rentang yang normal.

Kualitas ASI dapat ditingkatkan dengan asupan ibu menyusui yang bergizi dan cukup. Di samping itu juga harus menerapkan pola hidup sehat dengan cukup istirahat dan mengendalikan stress.

Pemberian ASI tidak boleh dibatasi, berikan sesering yang bayi butuhkan. Ibu harus peka, misalnya bayi yang sudah ingin menyusu ditandai dengan menangis,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *