PeristiwaPolitik

Tiongkok Panas, AS Tolak Klaim China Di Laut China Selatan

×

Tiongkok Panas, AS Tolak Klaim China Di Laut China Selatan

Sebarkan artikel ini
Chinese President Xi Jinping speaks at a U.S.-China business roundtable, comprised of U.S. and Chinese CEOs, Wednesday, Sept. 23, 2015, in Seattle. The Paulson Institute, in partnership with the China Council for the Promotion of International Trade, co-hosted the event. (AP Photo/Elaine Thompson, Pool)

KORDANEWS – China menegaskan bahwa penolakan Amerika Serikat terhadap klaim Beijing di Laut China Selatan berpotensi memicu ketegangan di wilayah tersebut.
Hal itu diungkapkan oleh Kedutaan besar China di AS pada Selasa pagi dengan perlawanan.

China menganggap pernyataan yang dikeluarkan oleh Kementerian Luar Negeri AS menentang upaya China dan negara-negara ASEAN untuk menjaga stabilitas dan perdamaian Laut Cina Selatan.

Menurut kedutaan China, AS secara sembrono memutarbalikkan fakta objektif di Laut Cina Selatan dan Konvensi PBB tentang Hukum Laut UNCLOS.

“Mengubah Laut China Selatan menjadi situasi yang tegang, memprovokasi hubungan Tiongkok dengan negara-negara kawasan, dan menuduh China secara tidak masuk akal. Tiongkok sangat menentang hal ini,” kata pernyataan kedubes China seperti dikutip dari CNBC, Selasa (14/7).

Sebelumnya AS menyatakan klaim China terhadap Laut China Selatan sebagai tindakan yang ilegal, terutama wilayah yang tumpang tindih dengan sejumlah negara Asia Tenggara termasuk Indonesia.

Menteri Luar Negeri Mike Pompeo menyatakan AS menolak klaim sepihak China terhadap zona ekonomi eksklusif (ZEE) di lepas pantai Natuna, Indonesia.

“Amerika Serikat memperjuangkan Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka,” kata Pompeo, Senin (13/7) dalam sebuah pernyataan di situs web Kementerian Luar Negeri.

“Kami ingin memperjelas bahwa klaim Beijing atas sumber daya alam di Laut Cina Selatan sepenuhnya ilegal, merupakani kampanye penindasan untuk mengendalikannya.”

Laut China Selatan menjadi perairan rawan konflik setelah Beijing mengklaim hampir 90 persen wilayah di perairan itu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *