KORDANEWS – MUARAENIM – Demi menjaga terhindarnya terpapar dari Covid-19 Warga Desa Simpangtanjung, Kecamatan Belimbing yang meninggal di RS Bunda Prabumulih di makamkan secara protok Covid-19. Minggu, (12/07/2020).
Yayan Suryansyah, SH. (Kepala Desa) saat di temui di posko Covid-19 Desa Simpang Tanjung tanggal 13 Juli 2020 jam 00.30, dirinya membenarkan adanya warganya yang meninggal dunia, namun tidak dapat dipastikan meninggal karena Cocid -19.
“Almarhum Atas nama Bapak Usman bin Abdul kodir benar warga desa kami yang tinggal di kampung II Desa simpang Tanjung,” katanya.
Dari kedes diterima keteranagan “Almarhum berangkat ke RS Bunda Prabumulih Rabu tanggal 8 Juli 2020 jam 13.30 Wib berangkat dengan mengunakan ambulan desa, setiba nya di RS Bunda Prabumulih pihak RS melakukan Rapid test hasil nya negatif namun pada hari sabtu 12 Juli 2020 di lakukan Swab test untuk hasil nya belum keluar.
Almarhum meninggal di RS Bunda Prabumulih pada hari Minggu 13 Juli 2020 pukul 18.20 WIB almarhum dikebumikan di tempat pemakaman keluarga yang berada di Desa Tanjung untuk pemakaman pihak rumah sakit mengantisipasi kemungkinan yang akan terjadi sehingga almarhum di makamkan secara Protokol Covid.” terangnya
Yayan menambahkan “untuk pihak keluarga almarhum untuk isolasi secara mandiri dan harapan saya kepada warga untuk tidak mengucilkan pihak keluarga almarhum serta tidak membuat berita hoax, mari kita berdo’a bersama agar hasil dari swab test almarhum dinyatakan negatif.” Imbuhnya.
Dirinya memberikan himbauan kepada warga untuk tetap tenang dan selalu mengikuti protokol Covid-19, memakai masker serta setelah beraktifitas cuci tangan menggunakan sabun, tidak keluar rumah kecuali mendesak.
Saat awak media mengkonfirmasi kepada pihak keluarga Andika (anak almarhum), Ia menceritakan Sebelum di bawak RS Almarhum bapak terjatuh dari motor sering mengalami sakit kepala sebelum membawa bapak berobat ke RS Bunda Prabumulih.
“kami membawa bapak berobat ke Puskesmas Teluk Lubuk dan keterangan dari pihak Puskesmas hanya Vertigo dan Kolestrol tinggi,” terangnya.
Lanjut Andika menjelaskan, “Setelah berobat dari Puskesmas hasil nya belum membaik kami memutuskan membawa Almarhum bapak Berangkat ke RS Bunda Prabumulih pada sore hari rabu 08 Juli 2020 Saat sampai di RS saya dan bapak langsung di lakukan Ravid test hasil nya Negatif terkena virus Corona (COVID-19) setelah hasil nya keluar bapak langsung di Scanner di kepala, Pihak RS menyampaikan ke kami dari hasil scanner bahwa bapak mengalami gejala stroke dan terdapat penyumbatan darah pada otak bapak.
Bapak dirawat di RS selama 5 hari dan yang menunggu di ruangan saya, namun yang menjadi tanda tanya kami sekeluarga sebelum meninggal bapak di pindahkan ke ruang isolasi oleh pihak RS dengan alasan takut kalau terkena Covid 19, ada sesak napas dan pihak RS sehari sebelum bapak meninggal melakukan Swab test namun hasil nya belum keluar,”ungkapnya.
Andika mengatakan sebelumnya ayahnya memiliki riwayat penyakit asma, “sebelumnya bapak memang memiliki riwayat asma namun penyakit tersebut sudah lama di derita bapak sebelum datang nya Covid itu pun sudah berobat di Lampung kemungkinan itu kambuh namun kita tetap menunggu hasil swab test dari RS tapi sekali lagi saya dan keluarga tidak terpapar virus corona, Bapak meninggal pada hari minggu tanggal 12 Juli 2020 pukul 18.20 di makamkan pada malam hari di tempat pemakaman keluarga di desa tanjung dan pemakaman jenazah almarhum di makankan secara protokol Covid oleh pihak rumah sakit,” Pungkasnya.
Editor : Chandra.













