KORDANEWS – Salah satu hal yang berhubungan dengan fisik manusia yang sangat labil dan begitu banyak berkembang seiring dengan bertambahnya usia adalah berat badan.
Ya, hingga saat ini, berat badan merupakan salah satu hal yang sensitif dan harus selalu dipantau. Tak hanya soal kecantikan, namun lebih terutama dalam kaitannya dengan kesehatan kita.
Dengan pemantauan berat badan yang baik, kita dapat mengatasi dan memberikan perawatan sedini mungkin, jika terjadi penurunan ataupun penambahan berat badan yang drastis, seperti kelebihan berat badan (overweight) dan obesitas.
Di negara-negara berkembang, prevalensi obesitas terus meningkat. Bahkan saat ini, obesitas tidak hanya terjadi pada kalangan tua atau lansia saja, anak-anak muda pun dapat mengalami obesitas.
WHO juga telah mengakui bahwa obesitas kini merupakan masalah dan ancaman serius bagi dunia kesehatan, lantaran obesitas dianggap sebagai sinyal pertama terjadinya penyakit-penyakit noninfeksi yang sering disertai dengan komplikasi, seperti diabetes melitus tipe 2, hipertensi, kardiovaskuler, dan osteoartritis.
Penyebab Obesitas
Dilansir Masyarakat Sehat.com,obesitas dapat disebabkan oleh adanya perilaku atau pola makan yang tidak sehat atau berlebihan, dan dapat pula diakibatkan dari kurangnya aktivitas fisik.
Hal ini menyebabkan terjadinya ketidakseimbangan antara energi yang masuk ke dalam tubuh dengan energi yang dibutuhkan atau dikeluarkan untuk beraktivitas, sehingga terjadi penumpukan lemak dalam tubuh.
Secara klinis, untuk kategori WHO, obesitas ditandai dengan Indeks Massa Tubuh (IMT) ≥30 kg/m2, sedangkan untuk kategori Asia, obesitas ditandai dengan IMT ≥25 kg/m2.
Selain dengan IMT, kita bisa mengetahui kalau kita obesitas atau tidak, dengan mengukur lingkar pinggang. Kategorinya adalah untuk pinggang laki-laki dikatakan obesitas jika ukuran lingkar pinggangnya lebih dari 90 cm, sedangkan pada wanita, obesitas jika lingkar pinggangnya lebih dari 80 cm.
Apa Solusi untuk Mencegah Terjadinya Obesitas Ini?
Tentu saja hal pertama yang bisa kita lakukan adalah dengan rajin melakukan aktivitas fisik, berolahraga, dan mengatur pola makan.
Zaman sekarang ini, banyak juga yang memanfaatkan bahan alami untuk mengatasi obesitas, misalnya seperti memanfaatkan tumbuhan sebagai obat tradisional. Salah satu tumbuhan yang dapat digunakan untuk mengatasi atau menurunkan berat badan adalah daun teh hijau (Camelia sinensis L).
Ya, Anda pasti tahu kan, bahwa teh merupakan salah satu minuman yang cukup populer di dunia? Mungkin Anda juga salah satu yang menggemarinya ya? Ya, memang, karena teh juga telah lama dikenal sebagai minuman yang memiliki cita rasa yang khas serta berkhasiat bagi kesehatan.
Dilihat dari proses fermentasinya, teh terdiri dari teh hitam yang dihasilkan melalui proses fermentasi sempurna, teh merah melaui proses semi fermentasi, dan teh hijau serta teh putih yang diperoleh tanpa melalui proses fermentasi.
Khusus untuk teh hijau, ada pemrosesan dengan cara khusus. Mulai dari proses pemetikan daun teh hingga proses pengeringan daun tehnya, sebisa mungkin warna pada daun teh hijau tetap dijaga dengan baik. Pemrosesan ini membuat daun teh hijau tetap menghasilkan warna air hijau muda meski sudah diseduh menggunakan air panas sekalipun, sehingga kandungan nutrisi yang ada pada teh hijau tetap terjaga.
Apa Saja Kandungan dalam Teh Hijau?
Teh hijau sangat kaya akan kandungan polifenol, asam amino, dan sedikit mengandung vitamin.













