FeaturedSumsel

Pengrajin Kain Jumputan di Palembang yang Tetap Kreatif di Tengah Pandemi

×

Pengrajin Kain Jumputan di Palembang yang Tetap Kreatif di Tengah Pandemi

Share this article

KORDANEWS — Di masa pandemi Covid-19 para pelaku usaha harus putar otak agar usaha yang dijalani tetap produktif dan tidak merugi karena jika tidak melakukan hal tersebut dapat menurunkan minat pasar sejumlah sektor usaha, termasuk kebutuhan primer seperti pakaian.

Anggi Fitrilia (30 tahun), pengrajin kain jumputan khas Palembang mengatakan, saat ini pasar sedang tidak stabil. COVID-19 telah membuat pasar harus berfikir ulang tetang barang yang harus dibeli.

“Kami berupaya tetap mempertahankan kearifan lokal di tengah pandemi. Harus diakui bahwa pasar sangat drop, namun kami tidak berhenti berinovasi dan hasilnya tidak terlalu mengecewakan, saat ini permintaan selalu ada,” kata Anggi, Minggu (26/11).

Anggi bilang, kondisi COVID-19 harus disikapi dengan bijak, karena semua mengalaminya. Peluang pasar sejatinya tetap ada asalkan sungguh-sungguh menjalaninya dan melakukan langkah yang tepat.

“Saat ini permintaan masker kain makin meningkat, tentunya kain jumputan dengan corak yang unik cukup diminati saat ini. Bahkan masker couple di kalangan tertentu menjadi tren saat ini,” katanya.

Anggi mengakui, upaya menghemat pengeluaran bagi masyarakat di tengah pandemi berdampak pada lesunya permintaan. Hanya saja, dengan jalinan relasi yang baik kegiatan usaha masih tetap produktif dijalani.

“Terus terang untuk permintaan baru kami turun signifikan, namun langganan lama masih tetap ada. Saat ini masih banyak yang meminta dibuatkan pakaian kerja, bahkan jenis pakaian lain dengan menggunakan kain jumputan,” katanya.

Anggi membeberkan caranya melayani pasar dan memilih banyak peluang dalam setiap sistem pemasaran. Upaya ini dilakukan agar tidak monoton pada sisi tertentu, sehingga jika ada gejolak tidak langsung berdampak besar pada kelangsungan usaha.

Selain memproduksi sendiri kain jumputan, pihaknya juga berkerja sama dengan sejumlah pihak mulai dari sistem pemasarannya seperti reseller, pengolahan kain jumputan hingga menjadi barang jadi, hingga kegiatan lain yang dapat mendorong masyarakat menjadi wira usaha baru.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *