Kordanews – Upaya Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) untuk mensejahterakan masyarakat cukup membuahkan hasil. Terbukti, meski di tengah wabah pandemic covid-19 jumlah rakyat miskin di provinsi ini terus mengalami penurunan.
Dari catatan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumsel, jumlah penduduk miskin di Sumsel pada Maret 2021 yakni sebanyak 1.113,76 ribu orang atau sebesar 12,84 persen dari total penduduk. Jika dibandingkan dengan angka kemiskinan pada bulan September 2020 sebesar 1.119,65 ribu orang atau 12,98 persen, maka selama enam bulan atau pada kurun waktu September 2020-Maret 2021 terjadi penurunan angka kemiskinan sebesar 0,14 persen.
“Artinya, angka tersebut setara dengan penurunan jumlah penduduk miskin sebesar 5,89 ribu orang,” kata Kepala BPS Sumsel Zulkipli, Kamis (15/7).
Penurunan angka kemiskinan membuktikan jika Pemprov Sumsel dan Kabupaten/kota telah bersinergi dalam melaksanakan berbagai program perlindungan sosial seperti bantuan sosial, kegiatan ekonomi produktif, dan lainnya sehingga masyarakat tidak jatuh miskin akibat pandemi covid-19.
“Bahkan penduduk miskin di Sumsel ada yang berhasil keluar dari kemiskinan. Itu menunjukkan kesejahteraan penduduk miskin semakin membaik melalui intervensi berbagai program perlindungan sosial,” ujarnya.
Berdasarkan daerah tempat tinggal, pada periode September 2020-Maret 2021 atau dalam 6 bulan terakhir, angka kemiskinan di daerah perkotaaan dan perdesaan mengalami penurunan. Angka kemiskinan di daerah perkotaan turun sebesar 0,16 persen poin atau setara 2,18 ribu penduduk miskin.
“Sedangkan angka kemiskinan di daerah perdesaan turun sebesar 0,13 persen poin atau setara 3,71 ribu penduduk miskin,” paparnya.













