Kordanews – Kerja keras Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), Herman Deru dalam menjaga kestabilan ekonomi Sumsel di tengah gencaran wabah pandemi Covid-19 berbuah manis.
Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumsel merilis pertumbuhan ekonomi Sumsel triwulan II-2021 melalui akun resmi secara virtual yang disiarkan streaming Youtube pada Kamis (5/8/21) siang.
Dalam rilis resmi tersebut, berdasarkan data yang dimiliki BPS Sumsel, pertumbuhan ekonomi Provinsi Sumsel mengalami pertumbuhan 5,71 persen (y-on-y) pada triwulan II 2021 jika dibandingkan dengan triwulan II 2020 lalu. Angka ini mengalami perbaikan dibandingkan pertumbuhan ekonomi pada triwulan I 2021 yang berkontraksi sebesar 0,40 persen (y–on-y).
Sementara itu, jika dibandingkan dengan triwulan I 2021, perekonomian Provinsi Sumsel mengalami kenaikan 4,35 persen (q-to-q) pada triwulan II 2021.
Kepala BPS Provinsi Sumatera Selatan, Ir. Zulkipli, M.Si mengatakan, perekonomian Provinsi Sumatera Selatan berdasarkan besaran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku triwulan II-2021 mencapai Rp 122,82 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp 81,80 triliun.
“Pertumbuhan sebesar 5,71 persen (y-on-y) ini jika dilihat dari berbagai sisi produksi. Untuk pertumbuhan tertinggi terjadi pada lapangan usaha penyediaan akomodasi dan makan minum sebesar 19,40 persen, diikuti administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib sebesar 14,21 persen; dan perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor sebesar 12,75,” ucapnya.
Dari sisi pengeluaran, ujarnya, pertumbuhan ekonomi triwulan II-2021 terhadap triwulan II-2020 tumbuh sebesar 5,71 persen. Pertumbuhan terjadi pada semua komponen. Pertumbuhan terbesar terjadi pada komponen ekspor luar negeri sebesar 36,19 persen.













