KORDANEWS – Tanaman herbal masih menjadi pilihan banyak orang dalam meredakan gejala-gejala medis yang ringan. Beberapa herbal pun dilaporkan berpotensi untuk meredakan gejala psikologis seperti stres. Salah satu herbal yang menawarkan beragam manfaat untuk kesehatan fisik dan psikologis adalah lemon balm. Kenali lebih jauh apa itu lemon balm.
Mengenal apa itu lemon balm
Lemon balm atau Melissa officinalis adalah tanaman herbal beraroma lemon yang berasal dari famili mint. Sebagai tanaman herbal, lemon balm diklaim mampu menangani berbagai kondisi medis, seperti gangguan pada saluran pencernan, sistem saraf, dan masalah tidur. Lemon balm tersedia dalam bentuk suplemen, losion dan balm untuk kulit, bahkan minyak esensial.
Selain dipercaya menawarkan khasiat kesehatan, lemon balm juga populer dalam budaya kuliner. Lemon balm dapat disajikan sebagai teh, untuk membumbui ikan dan ayam, atau memberi rasa pada selai dan makanan yang dipanggang.
Ditilik dari sejarahnya, lemon balm sudah digunakan sejak abad ke-14. Saat itu, biarawati Karmelit (ordo Katolik dari Katolik Roma) mencampurkan lemon balm untuk membuat tonik yang sekarang dikenal dengan Carmelite water.
Lemon balm bisa ditemukan di seluruh dunia. Namun konon, herbal ini awalnya tumbuh di Eropa, Afrika bagian utara, dan Asia bagian barat.
Manfaat lemon balm untuk kesehatan
Sebagai tanaman herbal yang populer, lemon balm menawarkan beberapa manfaat kesehatan. Manfaat lemon balm, termasuk:
1. Meredakan stres
Lemon balm diyakini dapat meredakan gejala stres, membuat diri lebih rileks, dan memperbaiki mood.
Menurut sebuah studi tahun 2004 yang dimuat dalam jurnal Psychosomatic Medicine, penggunaan ekstrak lemon balm dapat meredakan suasana hati negatif akibat stres yang dirangsang dalam laboratorium. Walau menarik, riset ini tergolong kecil sehingga studi lanjutan akan diperlukan.
2. Mengurangi kecemasan
Selain meredakan stres, lemon balm juga berpotensi untuk mengurangi gejala kecemasan – seperti rasa gugup. Riset tahun 2014 melaporkan, responden yang mengonsumsi makanan dan sudah dicampurkan lemon balm melaporkan perubahan positif terhadap mood, termasuk penurunan tingkat kecemasan.
Riset lanjutan tentu diperlukan untuk menguatkan temuan di atas.
3. Meningkatkan fungsi kognitif
Masih dari riset tahun 2014 di atas, peneliti pun berusaha melihat efek lemon balm untuk meningkatkan fungsi kognitif partisipan. Setelah diminta untuk menyelesaikan tugas yang melibatkan daya ingat, matematika, dan konsentrasi, responden yang mengonsumsi lemon balm memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan responden yang tidak mengonsumsinya.
4. Meredakan gejala insomnia dan gangguan tidur
Apabila Anda sering mencari herbal untuk insomnia, Anda mungkin pernah mendengar tanaman valerian. Ternyata, kombinasi lemon balm dengan valerian berpotensi ampuh untuk meredakan kegelisahan dan menangani gangguan tidur seperti insomnia.
Walau amat potensial, riset lanjutan diperlukan untuk untuk mengonfirmasi manfaat lemon balm untuk masalah tidur.











