KORDANEWS – Cabe gendot alias cabe habanero memiliki konsentrasi capsaicin yang tinggi. Di balik rasa pedasnya, ada manfaat menurunkan tekanan darah hingga melawan obesitas.
Waspada mengolah cabe gendot
Dilansir Sehatq.com Jauh lebih pedas dibandingkan dengan cabe jalapeno, cabe gendot alias cabe habanero memiliki konsentrasi capsaicin lebih tinggi. Dalam skala Scoville untuk mengukur tingginya zat itu, spesies cabai dari Capsicum ini skornya 100.000-500.000.
Nama habanero datang dari sebuah kota di Kuba yaitu La Habana. Di sinilah awal mula pertanian cabai gendot. Meski dikenal pedas, manfaat yang populer dari cabe ini adalah dapat melawan kanker seperti kanker prostat.
Manfaat cabe gendot
Beberapa manfaat mengonsumsi cabai yang banyak tumbuh di Semenanjung Yukatan di Meksiko ini adalah:
1. Melawan obesitas
Capsaicin pada cabe gendot dapat melawan obesitas
Beberapa studi menemukan bahwa konsumsi cabe habanero efektif melawan obesitas karena adanya zat capsaicin di dalamnya. Menurut Journal of Proteome Research, zat ini meningkatkan thermogenesis dalam tubuh. Ini adalah proses produksi panas setelah makan yang menyebabkan laju metabolik meningkat.
Ketika thermogenesis lebih optimal, maka pembakaran lemak untuk dijadikan energi pun tepat sasaran. Jadi, bagi orang yang ingin mencapai berat badan ideal juga bisa menambahkan cabe gendot dalam menu makanan sehari-hari.
2. Meredakan kanker prostat
Bukti ilmiah lain menunjukkan bahwa konsumsi cabe gendot membuat pertumbuhan sel kanker prostat lebih lambat. Hasil dari studi ini cukup menjanjikan, berfokus pada manfaat dari capsaicin untuk penyembuhan kanker prostat.
Namun, perlu dicatat bahwa studi ini masih dilakukan dalam uji laboratorium terhadap tikus. Penelitian lebih lanjut seputar efek capsaicin untuk kanker prostat pada manusia juga terus dikembangkan.
3. Menurunkan kolesterol
Dalam studi pada Februari 2013 lalu, diketahui bahwa konsumsi capsaicin secara berkala dapat membantu menurunkan kadar kolesterol. Dalam penelitian yang dipublikasikan di European Journal of Nutrition ini, hamster diberi makan tinggi kolesterol kemudian dibagi menjadi dua kelompok. Satu diberikan asupan capsaicin, satunya tidak.
Pada akhir studi selama 6 pekan, diketahui bahwa capsacinoid dapat menurunkan kolesterol total dan kolesterol jahat, tanpa menurunkan kolesterol baiknya.
Tak hanya itu, diketahui pula bahwa zat dalam cabai ini juga mengurangi penumpukan lemak di pembuluh darah. Terlepas dari berapa banyak capsaicin yang diberikan, efek menurunkan kolesterol ini tetap ada.











