Kordanews – BKSDA Sumatera Selatan mengembalikan 65 ekor hewan yang dilindungi asal Indonesia Timur ke habitatnya menuju tiga wilayah seperti Papua, Papua Barat dan Maluku yang dikirim melalui terminal Kargo Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang,
“Sebelumnya puluhan hewan tersebut akan diselundupkan melalui pasar gelap untuk menuju ke Thailand,” ujar Kepala BKSDA Sumsel Ujang Wisnubarata, Selasa (5/10/2021).
Awalnya ada 114 ekor hewan yang ditemukan terdiri dari delapan satwa dilindungi dan satu satwa tidak dilindungi. Namun setelah dilakukan pemeriksaan ada 11 ekor sakit dan 38 yang telah mati.
Dirinya menjelaskan untuk 11 ekor hewan yang sakit merupakan burung jenis Psittaculirostris desmarestii atau Burung Nuri Ara Besar mengalami sakit terinfeksi Flu Burung usai dilakukan tes PCR Avian Influenza (PCR-AI) oleh Balai Veteriner Lampung
“Guna menghindari virus tersebut berdampak ke manusia, kami langsung melakukan pemusnahan, “jelas Ujang.
Pihaknya memperkirakan kerugian negara mencapai Rp1,3 miliar karena harga tersebut merupakan harga hewan yang dijual di pasar gelap internasional. Sedangkan untuk harga di pasar gelap lokal 114 hewan yang ada ditaksir mencapai Rp300 juta.
“Harga ini setelah kita menggali informasi di pasar gelap. Untuk pasar gelap internasional harga hewan ini dapat naik tiga kali lipat,” ujar dia.













