Health

Ini Risiko dan Bahaya Sleep Sex (Seks Sambil Tidur)

×

Ini Risiko dan Bahaya Sleep Sex (Seks Sambil Tidur)

Share this article

KORDANEWS – Anda mungkin sudah cukup sering mendengar orang yang mengigau dalam tidur atau bahkan tidur sambil berjalan. Namun ternyata, bukan hanya berjalan atau berbicara saat tidur, ada juga yang melakukan hubungan seks dalam keadaan tak sadar seperti saat tidur. Kondisi ini disebut sebagai sexsomnia atau sex sleep. Nah, untuk penjelasan lebih lengkapnya, simak penjelasannya berikut ini.

Apa itu sleep sex?

Menurut American Sleep Association, sleep sex adalah bentuk parasomnia non-rapid eye movement (N-REM), sangat mirip dengan tidur sambil berjalan. Kondisi ini bisa menyebabkan orang melakukan aktivitas seksual, seperti masturbasi, mencumbu, berhubungan intim, dan bahkan pemerkosaan saat sedang dalam keadaan tidur.

Orang yang mengalami sex sleep kebanyakan mengalaminya saat sedang tertidur lelap. Alhasil, sebagian besar orang yang mengalami kondisi ini tidak mengingat apa yang dilakukan setelah terbangun keesokan harinya.

Sexsomnia tidak hanya bisa terjadi pada pria, tetapi juga pada wanita. Dalam beberapa kasus, orang yang mengalami kondisi ini akan mengerang atau mengeluarkan suara desahan seperti saat sedang berhubungan seksual.

Bahkan, terkadang, seseorang yang mengalami kondisi ini bisa mulai meraba atau merangsang dirinya sendiri dengan agresif saat sedang tertidur lelap.

masalah seksual pria

Apa penyebab seseorang bisa berhubungan seks saat tidur?
Para ahli masih belum bisa memastikan apa yang menjadi penyebab dari gangguan tidur ini. Apalagi, para penderita sleep sex biasanya memiliki riwayat gangguan tidur lainnya, seperti sleep apnea, tidur sambil berjalan atau sleepwalking, dan masih banyak lagi.

Namun, ada beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan potensi Anda mengalami sexsomnia, khususnya kondisi kesehatan tertentu, gaya hidup, dan penggunaan obat-obatan.

Berikut adalah beberapa kondisi yang mungkin bisa menjadi pemicu dari kondisi ini, yaitu:

Kurang tidur.
Kelelahan ekstrem.
Penggunaan alkohol secara berlebihan.
Penggunaan obat-obatan terlarang.
Gangguan kecemasan.
Stres.
Kondisi tidur yang kurang baik.
Salah satu gangguan tidur yang juga sering berkaitan dengan kondisi ini adalah obstructive sleep apnea. Hal ini karena keduanya terjadi saat Anda sudah memasuki tidur pulas atau deep sleep.

Sementara itu, kondisi kesehatan yang mungkin meningkatkan faktor risiko dari sexsomnia adalah:

Obstructive sleep apnea (OSA).
Gastroesophageal reflux disease (GERD).
Jenis parasomnia lainnya, seperti tidur sambil berjalan atau berbicara.
Penyakit Crohn.
Epilepsi.
Penggunaan obat untuk gangguan kecemasan dan depresi.
Penyakit Parkinson.
Apa saja risiko dari sleep sex?
Sebenarnya, sleep sex memiliki beberapa keuntungan. Sebagai contoh, berdasarkan pendapat dari wanita maupun pria yang mengalami kondisi ini, pasangannya merasa hubungan seks yang terjadi dengan pasangan terasa berbeda.

Penderita sleep sex merasa lebih percaya diri atau asertif ketika melakukan hubungan seksual dalam keadaan tertidur. Hambatan yang membatasi mereka dalam berhubungan seksual ketika mereka terjaga menjadi tidak ada. Hal tersebut membuat mereka menjadi lebih berani, meskipun penderita tidak menyadarinya.

Namun, selain kelebihan tersebut, ada pula kekurangan dari mengalami sleep sex. Mengingat kondisi ini termasuk ke dalam gangguan tidur, jika mengalaminya, Anda berarti sedang dalam kondisi tidak sehat.

Selain itu, kondisi ini juga bisa menjadi permasalahan dalam suatu hubungan. Pasalnya, ketika penderita sexsomnia kurang bergairah secara seksual ketika sedang terjaga tetapi menunjukkan semangat membara saat berhubungan seks saat tidur, hal tersebut bisa menimbulkan kecurigaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *