KORDANEWS – Meningitis atau radang selaput otak adalah penyakit yang membuat selaput di sekitar otak dan sumsum tulang belakang mengalami peradangan. Gejala umumnya dapat meliputi sakit kepala, demam, dan leher kaku. Terkadang, meningitis juga bisa mematikan. Yuk, ketahui berbagai fakta lainnya mengenai meningitis.
Berbagai fakta penyakit meningitis
Ada yang bilang bahwa penyakit meningitis hanya berbahaya pada anak-anak. Ada pula yang percaya meningitis bisa ditularkan melalui sentuhan kulit dengan orang yang terinfeksi. Lantas, bagaimana dengan fakta yang sebenarnya?
1. Dapat menyerang segala usia
Berdasar dara, risiko radang selaput otak lebih tinggi pada anak-anak, terutama mereka yang berusia di bawah 2 bulan. Sekitar 70% dari kasus meningitis bakteri terjadi pada anak-anak di bawah usia 5 tahun.
Meski demikian, penyakit ini tetap bisa menyerang siapa saja. Meski telah berusia remaja atau sudah dewasa, Anda tak lepas dari risiko infeksi penyakit ini.
Meningitis juga dapat berakhir fatal pada orang-orang yang lebih tua, terutama bila jenis yang dialami adalah meningitis bakteri. Risiko kematian akibat meningitis akan kembali meningkat ketika seseorang telah memasuki usia lanjut.
2. Meningitis bakteri paling mematikan
Perlu Anda ketahui, penyakit ini terdiri dari berbagai macam jenis bergantung pada penyebabnya. Beberapa di antaranya adalah meningitis bakteri, meningitis virus, dan meningitis jamur.
Meningitis bakteri dianggap sebagai jenis meningitis yang paling serius dan berbahaya daripada jenis lainnya.
Kematian akibat meningitis bakteri dapat terjadi hanya dalam beberapa jam. Beberapa di antara mereka yang sembuh dapat mengalami komplikasi akibat meningitis seperti cacat permanen, kerusakan otak, atau gangguan pendengaran.
Menurut data dari WHO, sekitar 1 dari 10 orang yang menderita meningitis bakteri meninggal, dan 1 dari 5 orang mengalami komplikasi parah.
3. Dapat menular melalui ciuman
Bakteri penyebab meningitis dapat menyebar melalui tetesan sekresi pernapasan dan tenggorokan, seperti air liur, lendir, atau percikan yang keluar saat batuk dan bersin.













