KORDANEWS – Tempat pembuatan cincau di desa Talang Balai Baru kecamatan Tanjung Raja, Ogan Ilir selalu berproduksi setiap bulan ramadhan. Proses pembuatannya kurang lebih membutuhkan waktu sekitar 8 jam dari pagi hingga petang.
Seperti itulah rutinitas pemilik sentra peracikan cincau hitam di desa Talang Balai Baru, Ehsan bersama 10 orang pekerjanya. “Bahan baku batang cincau hitam kering atau kita disebut janggelan kita pasok dari Pacitan Jawa Timur. Sekali musim kita minta kirim 3 ton,” tuturnya yang sudah 17 tahun menjalani usaha ini.
Ehsan mengatakan, pada awal sekali produksi dirinya mampu membuat 3.000-4.000 pcs cincau. Ukuran masing-masing 4 kg per pcs, sehingga total produksi perhari mencapai 12.000-16.000 kg cincau. “Mula-mula kita rebus dulu 3 jam, kita ambil sarinya. Lanjut 2 jam proses penyaringan, kemudian direbus lagi agar lebih steril selama 3 jam. Sembari dicampurkan tajin atau sagu dan diaduk hingga merata. Lalu didiamkan setengah jam hingga dingin dan mengeras,” jelasnya. Perebusan menggunakan kayu bakar dan masih dengan proses tradisional.













