Health

Mitos atau Fakta,Teh Hitam Bisa Bantu Turunkan Berat Badan

×

Mitos atau Fakta,Teh Hitam Bisa Bantu Turunkan Berat Badan

Share this article

KORDANEWS – Popularitas teh hitam dalam penurunan berat badan tidak setinggi teh hijau. Padahal, teh ini memiliki profil nutrisi yang mirip dengan teh hijau atau teh putih. Namun, beberapa waktu belakangan, kemampuan teh hitam dalam membantu penurunan berat badan mulai diakui.

Alasan Teh Hitam Bantu Turunkan Berat Badan
Teh hitam banyak disukai karena rasanya yang kuat. Teh jenis ini juga dikenal sebagai varian teh yang paling teroksidasi. Jika dikonsumsi dalam jumlah sedang, antioksidan kuat di dalamnya dapat meningkatkan energi, meningkatkan kekebalan tubuh, kesehatan jantung, mengontrol kadar kolesterol, dan mengatur berat badan.

Flavonoid, yang merupakan jenis antioksidan yang ditemukan dalam teh, adalah yang senyawa yang berperan dalam berbagai manfaat kesehatan teh. Semua jenis teh dibuat dari daun tanaman yang sama, yang berarti semua variannya mengandung kelompok flavonoid yang disebut katekin.

Dalam teh hijau, katekin adalah flavonoid utama. Ketika daunnya diproses untuk menghasilkan teh, katekin menghasilkan jenis flavonoid baru yang disebut thearubigins dan theaflavins. Manfaat kesehatan teh ini sebagian besar berasal dari kandungan flavonoidnya.

Lantas, mengapa minum teh ini disebut-sebut bisa membantu penurunan berat badan? Berikut ini beberapa alasannya:

1. Perubahan Bakteri Usus
Sebuah studi yang diterbitkan dalam European Journal of Nutrition pada 2017 menemukan, bahwa teh hitam berkontribusi pada penurunan berat badan dan kesehatan yang baik. Dengan bantuan mekanisme spesifik melalui mikrobioma usus.

Membandingkan teh hitam dengan teh hijau, penelitian ini dilakukan pada empat kelompok tikus. Setiap kelompok mengikuti diet yang berbeda selama empat minggu, yaitu diet tinggi lemak dan tinggi gula; diet tinggi lemak dan tinggi gula yang dilengkapi dengan ekstrak teh hijau; diet tinggi lemak dan tinggi gula yang dilengkapi dengan ekstrak teh hitam; dan diet rendah lemak dan tinggi gula.

Para peneliti mengumpulkan sampel jaringan hati dari tikus untuk mengukur timbunan lemak. Selain itu, mereka juga mengumpulkan sampel dari usus besar, yang memungkinkan mereka untuk menilai keragaman bakteri.

Pada akhir program diet empat minggu, para peneliti menemukan bahwa kelompok tikus yang diberi teh hijau dan teh hitam mengalami penurunan berat badan. Berat badan mereka juga menjadi sebanding dengan kelompok diet rendah lemak dan tinggi gula.

Pada penyelidikan lebih lanjut, para peneliti memperhatikan bahwa teh hitam dan teh hijau mempengaruhi metabolisme hati dengan cara yang berbeda. Molekul teh hijau yang lebih kecil lebih mudah diserap, artinya dapat mencapai hati secara langsung untuk memengaruhi metabolisme energi.

Namun, molekul teh hitam terlalu besar untuk diserap dengan cara ini. Sebaliknya, mereka tetap berada di usus, dan meningkatkan pertumbuhan bakteri baik, serta membentuk metabolit yang membantu mengendalikan metabolisme energi hati.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *