Peristiwa

Lengkapi Penyelidikan, Polisi Bakal Bongkar Makam Bayi Korban Dugaan Malpraktik Di OI

×

Lengkapi Penyelidikan, Polisi Bakal Bongkar Makam Bayi Korban Dugaan Malpraktik Di OI

Share this article
KORDANEWS – Kasus bayi meninggal usai disuntik bidan di Ogan Ilir memasuki babak baru.
Polisi Polres Ogan Ilir mengonfirmasi akan melakukan ekshumasi atau membongkar makam bayi korban dugaan malpraktik di Desa Belanti, Kecamatan Tanjung Raja, Ogan Ilir direncanakan Kamis (2/11/2023).
Ekshumasi bertujuan mengetahui penyebab pasti kematian bayi bernama Agustus yang meninggal dunia pada 20 Agustus lalu.
“Iya, jadwalnya (ekshumasi) Kamis besok,” kata Plh Kasat Reskrim Polres Ogan Ilir, Iptu Supriadi Garna, Rabu (1/11/2023).
Sebelumnya polisi telah memeriksa 14 orang saksi terkait perkara ini, termasuk bidan Y yang mengambil sampel darah Agustus sebelum dinyatakan meninggal dunia.
Polisi juga telah menyerahkan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan (SP2HP) kepada kuasa hukum keluarga Agustus.
“Tentunya nanti polisi melibatkan tim forensik (dalam proses ekshumasi),” ujar Garna.
Sementara Asiah, ibu bayi meninggal tersebut menginginkan agar perkara ini ditindaklanjuti hingga tuntas.
“Ingin keluarga saya dapat keadilan dan bidan Y itu ditahan”, kata Asiah dihubungi terpisah.
Diungkapkan wanita 28 tahun ini, bayinya itu meninggal dunia setelah diambil sampel darah oleh seorang bidan desa pada 19 Agustus lalu.
“Waktu itu saya lahiran anak keempat dengan dibantu bidan tradisional, itu tanggal 17 Agustus. Setelah lahir normal, alhamdulillah anak saya sehat,” ungkap Asiah.
Dua hari setelah melahirkan, Asiah mengaku didatangi seorang bidan desa yang berinisiatif ingin membantu kesehatan almarhum putranya itu.
“Dia (bidan) bilang mau ambil sampel. Tapi waktu itu tidak dijelaskan mau ambil sampel apa,” tuturnya.
Asiah dan keluarganya pun tak curiga saat bidan menginjeksikan jarum suntik ke tumit kaki bayinya itu.
“Dua kali disuntik. Yang pertama tidak kena,” kata Asiah.
Setelah suntikan tersebut, bayi Muhammad Agustus tidak mengalami gejala apapun dan kondisi kesehatannya normal seperti biasa.
Namun keesokannya atau sehari setelah disuntik, Agustus mengalami pendarahan di tumit kaki hingga harus dirawat di Puskesmas Tanjung Raja.
Agustus kemudian dirujuk ke RSUD Kayuagung untuk penanganan lebih lanjut.
Berharap kondisi putranya membaik, Asiah justru mendapat kabar pahit bahwa buah hatinya itu meninggal dunia.
Keluarga pun mencoba bersabar dan menunggu itikad baik bidan untuk bertanggung jawab.
Namun hampir dua pekan setelah meninggalnya Agustus, bidan tak kunjung menunjukkan itikad baik.
Keluarga Asiah pun memutuskan membawa perkara ini ke jalur hukum dengan melaporkan bidan tersebut ke pihak berwajib.
“Kata bidan, (penyebab meninggal) anak saya itu (karena) makanannya salah. Padahal baru umur dua hari, cuma minum ASI,” kata Asiah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *