KORDANEWS – Adanya gaya Lateral tambahan dari Kereta Api yang melintas kemudian tekhnis pemasangan Girder yang perlu diperbaiki serta komunikasi yang terganggu menjadi potensi penyebab kejadian yang terjadi di Flyover, Bantaian, Muara Enim.
Dari hasil Investigasi Tim K2K Kementrian PUPR terkait kecelakaan yang terjadi pada proses pembangunan Flyover Bantaian, Muara Enim, ditemukan beberapa potensi kejadian tersebut terjadi, yakni potensi adanya gaya Lateral saat Kereta Api melintas di bawah Louncher Gantry yang menyebabkan Girder berayun. Kemudian tekhnis pemasangan Girder yang perlu diperbaiki dan komunikasi antar operator yang terganggu suara kereta yang lewat, ungkap Dirjen Bina Marga Kementrian PUPR, Hedy Rahardian.
Hal inilah yang menjadi kemungkinan potensi menyebabkan hal tersebut terjadi. Namun untuk kepastian penyebab utamanya pihaknya masih akan mendalami dan sesegera mungkin memberikan pernyataan resmi, dan pihak Kementrian menilai bahwa penyedia jasa tidak berpengalaman dalam mengerjakan proyek seperti di Flyover Bantaian, tambah Hedy.













