KORDANEWS – Bupati Kabupaten Ogan Ilir, Panca Wijaya Akbar secara langsung menyerahkan 11 ambulance kepada Desa pelosok yang ada di Kabupaten Ogan Ilir, Rabu 08 Mei 2024 di halaman Kompleks Perkantoran Terpadu atau KPT Tanjung Senai.
Desa Pelosok tersebut diantaranya, Sunur, Tanjung Miring, Sentul, Kelam Padu, KTM Rambutan dan lainnya yang bantuan ambulance diterima langsung Kepala Desa dan Bidan masing-masing.
Menurut Bupati Panca, penyerahan ambulance selain meningkatkan pelayanan kesehatan pada masyarakat sekaligus menempati janji politik Panca-Ardani saat berkampanye waktu itu.
“Ini sesuai janji saya sewaktu kampanye dulu, salah satu di bidang Kesehatan ialah memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan di masyarakat yang ada di pelosok,” ungkap Bupati.
Dibeberkannya, bantuan ambulance ini berjumlah 16 unit yang terdiri dari 11 Desa pelosok, dan 5 Puskesmas yang ada di Kabupaten Ogan Ilir.
“Tentunya dari janji-janji saya sewaktu dulu waktu berkampanye masih ada desa-desa yang belum mendapatkan, itu kalau tidak salah masih ada 5 Desa lagi ,” katanya.
Panca mengaku, desa-desa yang belum mendapatkan ini ada dua alasan. Pertama memang mobilnya tidak ada, belum cukup dan akan dianggarkan tahun berikutnya.
“Kedua alasannya karena desa yang di pelosok itu bergandengan dengan desa yang pagi ini dibagikan,” tutur Panca Wijaya Akbar.
Dijelaskan Bupati, apabila Desa berdekatan dan puskesmas berdekatan dengan desa yang belum dapat untuk saling berkoordinasi dan komunikasi.
“Tadi saya sampaikan, puskesmas terdekat, kedua desa tersebut untuk dapat saling berkomunikasi karena jaraknya tidak terlalu jauh,” paparnya.
“Apabila ada hal-hal urjen dan kebutuhan pelayanan kesehatan dapat bersama-sama menggunakan satu ambulan yang sama,” sambungnya.
Lebih jauh Panca menambahkan, 5 Desa yang belum mendapatkan bantuan ambulance itu memiliki jarak lebih kurang 4-5 kilometer dari Puskesmas.
“Berdasarkan laporan dan juga data-data yang ada, di pelosok Desa masih ada 5 Desa lagi yang kemungkinan jarak lebih dari 3-4 km dari Puskesmas terdekat. Itu akan kami lengkapi juga dianggarkan berikutnya,” imbuhnya.
Tak lupa, panca menghimbau kepada Puskesmas, Kepala Desa, dan Bidan Desa yang menerima bantuan ambulance untuk memanfaatkan sebagaimana mestinya.
“Kita sudah buat perjanjian dengan Desa dan Bidan, apabila tidak digunakan sesuai dengan tupoksinya atau sesuai peruntukannya akan ditarik ke dinas kesehatan atau ke puskesmas terdekat,” tegasnya.
Dimana katanya, bantuan ambulance ini murni untuk pelayanan masyarakat. “Bukan untuk Kepala Desa, bukan untuk bidan, tapi ini untuk meningkatkan pelayanan yang ada di masyarakat,” tukasnya.
Sementara Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ogan Ilir, Hendra Kudeta juga menekankan pada menerima manfaat ambulance untuk menjaga dan merawatnya dengan baik.
“Tiap bulan harus rutin gati oli dan servis mesin. Tolong manfaatkanlah dengan baik, jangan disalahgunakan, peruntukan lah sesuai peruntukannya,” tuturnya.













