KORDANEWS – Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Tata Ruang (PUBM-TR) Provinsi Sumatera Selatan segera bertindak memperbaiki jembatan yang jebol di Desa Tebedak 1, Kecamatan Payaraman, Kabupaten Ogan Ilir. Langkah cepat ini dilakukan untuk mengamankan akses penting yang menghubungkan Kabupaten Ogan Ilir dengan Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU).
Sekretaris Dinas PUBM-TR Sumsel, Ridwan, mengungkapkan bahwa pihaknya langsung menginstruksikan Kepala UPTD PUBM-TR OKI/OI untuk meninjau lokasi kejadian. “Setelah pengecekan, kami segera menyusun berita acara yang menjadi dasar usulan perbaikan ke Dinas PUBM-TR Provinsi Sumsel,” ujar Ridwan pada Kamis, 16 Januari 2025.
Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Ogan Ilir, Ruslan, menyebutkan bahwa perbaikan awal difokuskan pada bagian jembatan yang paling rusak. “Petugas membutuhkan waktu sekitar 10 hari untuk memperbaiki bagian yang jebol,” jelasnya.
Kendaraan Berat Diminta Berhati-Hati
Camat Payaraman, Yarkudu, mengimbau para pengemudi kendaraan berat untuk berhati-hati saat melintasi jembatan tersebut. “Jembatan ini rawan rusak jika dilalui kendaraan dengan muatan melebihi kapasitas yang diperbolehkan,” tegas Yarkudu.
Kerusakan Berulang, Warga Resah
Jembatan di Desa Tebedak 1 sebelumnya baru saja selesai diperbaiki delapan bulan lalu. Namun, kerusakan kembali terjadi, menimbulkan kekhawatiran masyarakat. Kepala Desa Tebedak 1, Zulyadi, menjelaskan bahwa tanda-tanda kerusakan sudah terlihat sejak Selasa sore, 14 Januari 2025.
“Kemarin sore sudah tampak retak-retak, dan pagi tadi sekitar pukul 08.00 WIB, lobang menganga semakin besar,” ungkap Zulyadi, Rabu, 15 Januari 2025.
Ia menambahkan bahwa jembatan ini merupakan satu-satunya akses utama yang menghubungkan dua wilayah. “Kalau dibiarkan, kerusakan akan bertambah parah, bahkan berisiko menyebabkan kecelakaan atau isolasi wilayah,” ujarnya penuh kekhawatiran.
Aksi Cepat Diharapkan Mengatasi Masalah
Dengan langkah sigap yang diambil oleh Dinas PUBM-TR Sumsel dan koordinasi lintas sektor, warga berharap perbaikan dapat segera selesai. Jembatan ini memegang peran vital dalam menunjang aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat di dua kabupaten tersebut.
Masyarakat juga berharap agar kualitas perbaikan kali ini lebih tahan lama untuk menghindari kerusakan serupa di masa mendatang.













