Sumsel

Stok Pasar Murah Terbatas, Picu Kekecewaan Warga

×

Stok Pasar Murah Terbatas, Picu Kekecewaan Warga

Share this article

KORDANEWS – Antusiasme warga Kecamatan Pemulutan Barat terhadap pasar murah yang digelar Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir begitu tinggi. Sejak pagi, ratusan warga dari sebelas desa berbondong-bondong mendatangi halaman Kantor Camat untuk membeli kebutuhan pokok dengan harga subsidi. Namun, harapan mereka berujung kekecewaan lantaran jumlah paket sembako yang tersedia sangat terbatas.

Dalam program ini, Dinas Perdagangan Kabupaten Ogan Ilir hanya menyediakan 100 paket sembako dengan subsidi Rp50 ribu per paket. Setiap paket berisi empat kilogram gula, dua kaleng susu, dan dua kilogram tepung terigu yang dijual dengan harga Rp68 ribu. Selain itu, minyak goreng dan beras juga tersedia dalam jumlah lebih banyak dibandingkan paket utama.

Namun, keterbatasan stok membuat banyak warga yang sudah mengantre pulang dengan tangan kosong. Beberapa dari mereka kecewa karena tidak kebagian, padahal kebutuhan pokok saat ini semakin sulit dijangkau akibat kenaikan harga di pasaran.

Tahir, Asisten II Bidang Perekonomian Kabupaten Ogan Ilir, mengakui bahwa program ini masih memiliki keterbatasan dalam jumlah paket yang disediakan. “Kami sudah berusaha semaksimal mungkin untuk membantu masyarakat melalui operasi pasar ini. Namun, memang stok yang tersedia belum bisa mencukupi seluruh warga,” katanya.

Meskipun ini adalah operasi pasar murah ke-15 yang diadakan di berbagai kecamatan, jumlah paket yang diberikan untuk setiap titik masih terbatas. Pemerintah berkomitmen untuk terus menggelar pasar murah guna membantu masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga lebih terjangkau.

Sementara itu, Camat Pemulutan Barat, Aswan Frama, berharap pasar murah ini bisa terus berlanjut dan jumlah paketnya ditambah. “Kami sangat mengapresiasi inisiatif dari Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir. Namun, kami juga berharap jumlah paketnya bisa diperbanyak, mengingat banyak warga yang masih sangat membutuhkan,” ujarnya.

Di tengah program pasar murah ini, muncul dugaan bahwa ada oknum yang mengurangi stok minyak goreng sebelum sampai ke masyarakat. Sejumlah warga menyatakan bahwa mereka melihat jumlah minyak goreng yang dijual lebih sedikit dari yang seharusnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *