KORDANEWS – Seorang warga negara Indonesia (WNI) bernama Dedi Irawan alias Dung, yang berasal dari Sumatera Selatan, diduga menjadi korban penipuan dan perdagangan manusia di Kamboja. Ia menyampaikan permohonan bantuan melalui pesan WhatsApp, memohon agar segera dipulangkan ke tanah air.
Dalam pesan tersebut, Dedi mengaku awalnya diperkenalkan dengan peluang kerja di luar negeri oleh seorang kenalan bernama Wili, warga Palembang. Mereka dijanjikan pekerjaan bergaji tinggi, hingga mencapai Rp13 juta per bulan. Namun, realitas yang mereka hadapi jauh dari harapan.
“Kami ditipu, dijanjikan gaji besar, ternyata kami dijual,” tulis Dedi Irawan dalam pesannya yang penuh keputusasaan.
Saat ini, Dedi dan dua rekannya berada di lantai 16 Dinasty Casino Hotel, wilayah yang berdekatan dengan Lemacau Casino Hotel di Kamboja. Sebelumnya, mereka sempat ditempatkan di Venus Block A5, namun kemudian dijual ke perusahaan lain setelah diduga berkomunikasi dengan pihak KBRI—tuduhan yang dibantah keras oleh para korban.
“Kami hanya ingin mencari nafkah dengan niat tulus, tapi malah dijual seperti barang,” lanjut Dedi.
Dedi menyebutkan bahwa saat ini hanya tersisa tiga orang yang masih berada di lokasi, sementara yang lain telah berhasil dipulangkan setelah membayar denda sebesar 1.900 USD. Bagi korban yang tidak sanggup membayar, mereka dijual kembali ke perusahaan lain sebagai bentuk hukuman.
“Kami sangat ketakutan. Kami seperti dijajah, seperti masa penjajahan Belanda,” ungkapnya dengan nada lirih.













