KORDANEWS – Kantor Lurah Tanjung Batu di Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, kini menjadi sorotan tajam warga. Bangunan yang berlokasi di Jalan Sayid Makdum ini tampak rapuh dan tak terawat, meskipun dari kejauhan terlihat masih berdiri kokoh dengan cat putih biru.
Saat didekati, kerusakan bangunan terlihat nyata. Kaca pintu depan pecah, meninggalkan pecahan tajam yang berbahaya. Plafon dari kayu-kayu panjang kusam dan berjamur, bahkan beberapa balok kayu patah dan nyaris roboh. Dinding papan di sisi kanan dan kiri bangunan pun mulai lapuk dan mudah didobrak.
“Dari luar memang kelihatan bagus, tapi begitu masuk dekat-dekat, bahaya sekali. Plafon bisa jatuh, kaca pecah juga bahaya untuk anak-anak yang kadang lewat,” ujar Hendra (34), seorang warga sekitar.
Kondisi dalam ruangan pun tak jauh berbeda. Melalui celah jendela, terlihat dua meja panjang, belasan kursi plastik yang ditumpuk, serta sebuah sofa lusuh untuk menerima tamu. Di dinding, masih tergantung struktur organisasi kelurahan dan papan informasi pelayanan publik. Ironisnya, hanya foto Presiden, Wakil Presiden, dan kepala daerah yang terlihat masih terawat.
Menurut seorang petugas kebersihan yang enggan disebutkan namanya, kondisi kantor tersebut sudah lama memprihatinkan. “Toilet saja tidak ada yang layak, belakang kantor penuh sampah dan semak-semak. Kadang kalau hujan, air masuk dari mana-mana,” katanya.
Sejumlah warga menyebutkan, kantor ini dibangun sekitar tahun 1950-an, tak lama setelah Indonesia merdeka. Usia bangunan yang sudah lebih dari setengah abad itu jelas berpengaruh terhadap ketahanan fisik gedung.













