KORDANEWS -Jaringan parut, atau yang lebih dikenal sebagai bekas luka, adalah bagian tak terpisahkan dari proses penyembuhan kulit. Ketika kulit terluka, tubuh secara alami memproduksi serat protein, terutama kolagen, untuk memperbaiki jaringan yang rusak. Pembentukan jaringan parut ini menjadi penutup luka, namun bentuknya bisa bervariasi tergantung pada keparahan dan jenis luka yang dialami.
Jaringan parut umumnya terlihat keras, kemerahan, dan menonjol. Kemunculannya dapat disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari luka parah akibat kecelakaan, cedera, luka bakar, luka robek, hingga jerawat parah (nodul). Selain itu, faktor seperti usia, genetik, etnis, dan kondisi kesehatan secara menyeluruh juga dapat memengaruhi pembentukan jaringan parut.
5 Jenis Jaringan Parut yang Umum Muncul pada Kulit
Berikut adalah lima jenis jaringan parut yang perlu Anda ketahui:
Keloid: Jenis jaringan parut ini terbentuk karena produksi kolagen yang berlebihan di area luka, bahkan setelah luka tertutup sempurna. Keloid terus tumbuh melampaui batas luka asli, menonjol, dan biasanya berwarna merah muda hingga lebih gelap dari kulit sekitarnya. Keloid seringkali terasa gatal, nyeri, dan dapat membatasi gerakan. Umumnya, keloid lebih sering muncul pada orang dengan etnis Asia dan kulit gelap, terutama di area dada, punggung, pipi, bahu, dan cuping telinga.
Hipertrofik: Mirip dengan keloid, jaringan parut hipertrofik juga tumbuh menonjol, namun perbedaannya adalah pertumbuhannya tidak melebihi batas luka asli. Bekas luka ini sering muncul akibat cedera kulit, trauma, peradangan, luka bakar, atau operasi. Hipertrofik cenderung muncul lebih cepat, yakni 4-8 minggu setelah luka, dan sering ditemukan di bahu, leher, dada, dan lutut.
Atrofik: Jaringan parut ini seringkali merupakan bekas jerawat atau cacar air. Bentuknya cekung, membulat, dan bopeng tidak rata, umumnya muncul di wajah. Seiring bertambahnya usia, risiko munculnya bekas luka atrofik meningkat karena kadar kolagen kulit yang berkurang. Atrofik lebih sering terjadi dibandingkan keloid dan hipertrofik, dengan perbandingan kasus 3:1.
Kontraktur: Jaringan parut ini biasanya muncul akibat luka bakar yang luas dan parah. Tampilannya datar, mengilap, dan dapat menyebabkan penyusutan serta hilangnya jaringan kulit. Kontraktur dapat tumbuh sangat kencang, menghambat gerakan tubuh, dan bahkan bisa memengaruhi otot, saraf, dan sendi jika berkembang lebih dalam.
Stretch Marks: Meskipun bukan disebabkan oleh luka berdarah, stretch marks termasuk jenis jaringan parut. Ini terjadi akibat peregangan atau penyusutan kulit yang merusak serat kolagen dan elastin. Stretch marks sering muncul akibat kenaikan atau penurunan berat badan drastis, kehamilan, atau penyalahgunaan salep kortikosteroid, umumnya ditemukan di perut, bokong, paha, punggung, payudara, ketiak, dan pangkal paha.
Mengatasi Jaringan Parut: Opsi Perawatan Medis
Jaringan parut umumnya sulit hilang dengan produk perawatan kulit biasa dan seringkali bersifat permanen. Namun, beberapa kasus dapat memudar atau mengecil seiring waktu, meskipun membutuhkan bertahun-tahun. Untuk penanganan yang efektif, diperlukan obat atau prosedur medis dari dokter kulit. Berikut beberapa cara untuk menghilangkan atau memudarkan jaringan parut:











