KORDANEWS – Keju memang sering dianggap sebagai camilan atau tambahan makanan yang lezat dan bergizi untuk anak. Namun, ada beberapa bahaya dan hal yang perlu diwaspadai jika anak terlalu banyak mengonsumsi keju.
Bahaya ini bukan berarti keju harus dihindari sama sekali, melainkan dikonsumsi dengan bijak dan memperhatikan jenisnya.
Bahaya Utama Keju pada Anak
Berikut adalah beberapa risiko kesehatan yang mungkin mengintai jika konsumsi keju pada anak tidak dikontrol:
Tersedak (Choking Hazard)
Ini adalah bahaya yang paling mendesak, terutama untuk bayi dan balita. Potongan keju yang besar, keras, atau meleleh dan lengket (misalnya keju mozzarella) dapat menyangkut di tenggorokan anak dan menyebabkan tersedak. Penting untuk memotong keju menjadi potongan kecil yang sesuai dengan usia anak, atau memarutnya.
Intoleransi Laktosa
Keju dibuat dari susu, dan beberapa anak bisa memiliki intoleransi laktosa, yaitu ketidakmampuan tubuh mencerna laktosa (gula alami dalam susu). Jika anak mengalami kondisi ini, konsumsi keju dapat menyebabkan gejala seperti perut kembung, diare, atau sakit perut.
Alergi Susu Sapi
Keju adalah produk olahan susu sapi. Jika anak memiliki alergi susu sapi, mengonsumsi keju dapat memicu reaksi alergi yang beragam, mulai dari ruam kulit, gatal-gatal, bengkak, muntah, hingga masalah pernapasan yang serius.
Kandungan Garam (Natrium) dan Lemak Jenuh yang Tinggi
Banyak jenis keju, terutama keju olahan, memiliki kandungan garam dan lemak jenuh yang tinggi.
Garam berlebihan dapat membebani ginjal anak yang masih berkembang dan meningkatkan risiko tekanan darah tinggi di kemudian hari.
Lemak jenuh yang tinggi dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL), yang jika menumpuk dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung.













