KORDANEWS – Dalam dunia kuliner dan kesehatan, pemilihan jenis gula sering menjadi bahan pertimbangan. Dua jenis gula yang paling umum digunakan adalah gula aren dan gula putih. Meskipun keduanya berfungsi sebagai pemanis, ternyata ada perbedaan signifikan dari segi kandungan nutrisi dan dampaknya terhadap kesehatan.
Gula Aren, Pilihan Lebih Alami
Gula aren berasal dari nira pohon aren yang dimasak hingga mengental dan mengkristal secara alami. Proses pembuatannya minim bahan kimia dan tidak menggunakan pemutih, sehingga gula aren tetap mengandung beberapa mineral seperti zat besi, kalsium, fosfor, dan magnesium. Berkat proses alami ini, gula aren juga memiliki indeks glikemik (IG) yang lebih rendah, yakni sekitar 35-50. Hal ini membuat gula aren lebih lambat meningkatkan kadar gula darah dibanding gula putih.
Gula Putih, Sukrosa Murni Tanpa Nutrisi
Berbeda dengan gula aren, gula putih biasanya berasal dari tebu atau bit gula yang menjalani proses pemurnian dan pemutihan yang panjang. Proses ini menghilangkan hampir seluruh nutrisi, sehingga gula putih hanya mengandung sukrosa murni. Dengan indeks glikemik yang tinggi, sekitar 60-70, gula putih cenderung meningkatkan gula darah dengan cepat, yang dapat meningkatkan risiko diabetes tipe 2 dan obesitas jika dikonsumsi berlebihan.













