Health

Bukan Gaya, tapi Bencana! Menghirup Vape Sama dengan Menghisap Racun Kimia

×

Bukan Gaya, tapi Bencana! Menghirup Vape Sama dengan Menghisap Racun Kimia

Share this article

KORDANEWS – Vape, atau rokok elektrik, sering kali dianggap sebagai alternatif yang lebih aman daripada rokok konvensional. Namun, anggapan ini keliru karena uap yang dihasilkan dari vape bukanlah sekadar uap air biasa. Cairan vape (e-liquid) mengandung berbagai bahan kimia yang jika dipanaskan dan dihirup dapat menimbulkan bahaya serius bagi kesehatan.

Berikut adalah beberapa bahan kimia berbahaya dalam vape dan dampaknya bagi kesehatan:

1. Nikotin
Nikotin adalah zat yang paling umum ditemukan dalam vape dan menjadi penyebab utama kecanduan.

Dampak: Nikotin memengaruhi sistem saraf, meningkatkan detak jantung, dan tekanan darah. Paparan nikotin, terutama pada remaja, dapat mengganggu perkembangan otak yang berkaitan dengan memori, konsentrasi, dan pengendalian impuls. Ketergantungan nikotin juga dapat memicu masalah kesehatan mental seperti depresi dan kecemasan.

2. Diasetil (Diacetyl)
Diasetil adalah zat kimia yang sering digunakan sebagai perasa untuk memberikan rasa mentega atau creamy pada cairan vape.

Dampak: Menghirup diasetil dalam jangka panjang dapat menyebabkan bronkiolitis obliterans, sebuah penyakit paru-paru langka yang dikenal sebagai “popcorn lung.” Penyakit ini menyebabkan peradangan dan kerusakan permanen pada saluran udara terkecil di paru-paru (bronkiolus), yang berujung pada batuk kering, sesak napas, dan mengi.

3. Logam Berat
Proses pemanasan cairan vape dapat melepaskan partikel logam berat dari kumparan pemanas ke dalam uap.

Dampak: Logam berat seperti nikel, timah, kromium, dan timbal dapat terhirup dan menumpuk di dalam tubuh. Paparan logam berat dalam jangka panjang dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, termasuk kerusakan paru-paru, gangguan saraf, dan peningkatan risiko kanker.

4. Propilen Glikol (Propylene Glycol) dan Gliserin Nabati (Vegetable Glycerin)
Kedua zat ini adalah bahan dasar pembentuk uap dalam cairan vape. Meskipun aman untuk dikonsumsi dalam makanan, efek menghirupnya dalam jangka panjang masih dalam penelitian.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *