KORDANEWS – Komoditas olahan kelapa asal Sumatera Selatan (Sumsel) terus menunjukkan daya saing tinggi di kancah internasional. Salah satu produk andalannya, yakni santan kelapa beku, sukses menembus pasar ekspor ke China dan Hongkong, dengan nilai transaksi mencapai puluhan miliar rupiah dalam dua tahun terakhir.
Kepala Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Sumsel, Sri Endah Ekandari, menjelaskan bahwa sepanjang tahun 2024, pihaknya telah memfasilitasi ekspor santan beku sebanyak 1.129 ton dengan nilai mencapai Rp27,11 miliar. Sementara itu, hingga Juli 2025, tercatat volume ekspor tambahan sebesar 212 ton senilai Rp5,87 miliar.
“Permintaan pasar global terhadap produk olahan kelapa cukup tinggi. Kami optimistis angka ekspor santan beku dari Sumsel akan terus meningkat,” ujar Sri Endah, Selasa (2/9/2025).
Menurutnya, santan kelapa beku kini menjadi komoditas unggulan yang tidak hanya memperkuat posisi Sumsel dalam perdagangan internasional, tetapi juga turut menyumbang devisa negara.
Untuk memastikan produk diterima di pasar global, BKHIT Sumsel terus mengawal ketat standar kesehatan dan keamanan pangan. Setiap produk santan beku yang akan diekspor harus melalui proses karantina meliputi verifikasi dokumen, pemeriksaan fisik kemasan, hingga pengecekan proses pengolahan higienis.
“Langkah ini adalah bentuk komitmen kami dalam menjaga kualitas dan keamanan pangan, sekaligus mendukung kelancaran ekspor produk Indonesia,” tegas Sri Endah.













