Sport

APA YANG SEBENARNYA TERJADI? Detik-detik Kartu Merah yang Membuat De Bruyne Jadi Korban dan Rencana Conte Hancur Lebur!

×

APA YANG SEBENARNYA TERJADI? Detik-detik Kartu Merah yang Membuat De Bruyne Jadi Korban dan Rencana Conte Hancur Lebur!

Share this article

KORDANEWS – Sebuah malam yang seharusnya menjadi perayaan kembalinya seorang raja ke istananya berubah menjadi sebuah antiklimaks yang menyakitkan. Laga Liga Champions antara Manchester City dan Napoli di Etihad Stadium memang berakhir dengan kemenangan untuk tuan rumah, namun sorotan utama justru tertuju pada satu insiden di awal laga: sebuah kartu merah yang tidak hanya merusak strategi, tetapi juga merenggut momen emosional Kevin De Bruyne dan meninggalkan rasa pahit di mulut Antonio Conte.

Momen Krusial yang Mengubah Arah Laga
Pertandingan baru berjalan 21 menit. Napoli, di bawah asuhan Conte, memulai laga dengan percaya diri, menekan tinggi dan sempat merepotkan sang juara bertahan. Sesuai dengan filosofi Conte, mereka bermain dengan intensitas dan organisasi yang rapi, seolah ingin membuktikan bahwa mereka datang bukan untuk sekadar bertahan.

Namun, semua rencana itu berantakan dalam sekejap. Sebuah umpan terobosan cerdik dari Phil Foden berhasil menemukan Erling Haaland yang berlari kencang menuju gawang. Tepat di tepi kotak penalti, kapten Napoli, Giovanni Di Lorenzo, terpaksa melakukan tekel dari belakang. Wasit, setelah meninjau insiden melalui VAR, tanpa ragu mengeluarkan kartu merah langsung. Etihad bergemuruh, namun bagi Napoli, itu adalah awal dari mimpi buruk.

“Jujur saja, saya tidak melihat kembali insidennya,” ujar Conte dalam konferensi pers pasca-laga. “Tetapi ketika Anda bermain melawan Manchester City, 11 lawan 11 saja sudah sangat sulit. Ketika Anda harus bermain dengan 10 orang selama lebih dari 70 menit, itu menjadi mustahil. Kartu merah itu merusak segalanya.”

Rasa Pahit Antonio Conte
Raut frustrasi Conte di pinggir lapangan terlihat jelas sepanjang sisa pertandingan. Ia merasa timnya berada di jalur yang benar sebelum insiden tersebut. “Kami mempersiapkan pertandingan persis seperti yang kami tunjukkan di 20 menit pertama. Saya punya sensasi kami bisa menyakiti mereka,” ungkapnya kepada Sky Sport Italia. “Ada rasa pahit yang tertinggal karena Anda tidak pernah tahu bagaimana pertandingan akan berjalan jika tetap 11 lawan 11.”

Meskipun kalah, Conte tetap memuji daya juang para pemainnya. Ia melihat sisi positif dari bagaimana timnya menderita bersama dan bertahan sekuat tenaga. Namun, kekecewaan karena tidak bisa menguji kekuatan timnya secara adil melawan tim sekelas City begitu terasa dalam setiap kalimatnya.

Momen Pilu Sang Raja yang Kembali
Di tengah drama kartu merah tersebut, ada satu cerita yang lebih personal dan menyentuh: momen pilu Kevin De Bruyne. Gelandang asal Belgia itu, yang merupakan legenda hidup Manchester City, kembali ke Etihad untuk pertama kalinya sebagai lawan setelah pindah ke Napoli di musim panas. Para penggemar tuan rumah menyambutnya dengan tepuk tangan meriah dan nyanyian namanya, sebuah penghormatan untuk satu dekade pengabdiannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *