KORDANEWS – Asap tebal menutup hampir seluruh pandangan di ruas Jalan Lintas Palembang–Prabumulih, Sabtu siang, 20 September Hingga Minggu 21 Desember 2025. Tepat di simpang masuk Tol Kawasan Terpadu Mandiri (KTM) Rambutan, jarak pandang pengendara hanya tersisa puluhan meter. Klakson kendaraan bersahutan, sementara polisi lalu lintas sibuk mengatur arus kendaraan yang melambat.
Asap itu datang dari arah Desa Arisan Jaya, Kecamatan Pemulutan, Kabupaten Ogan Ilir. Sejak kemarin, kebakaran hutan dan lahan di kawasan tersebut terus meluas. Angin kencang membuat kobaran api berlari cepat, membakar semak belukar dan lahan gambut yang kering.
“Api ini ulah orang tidak bertanggung jawab yang sengaja membuka lahan dengan cara membakar,” kata Komandan Regu Manggala Agni Daops Banyuasin, Mat Junani. “Kami di lapangan kewalahan karena angin membuat api cepat membesar.”
Satgas Karhutla Sumatera Selatan menurunkan lima regu gabungan untuk menahan laju api. Mereka berasal dari Manggala Agni Daops Banyuasin, Ogan Komering Ilir, dan Lahat. Dukungan datang dari BPBD Ogan Ilir, BPBD Provinsi, TNI, dan Polri. Dari udara, dua unit helikopter waterbombing dikerahkan untuk mengguyur titik api yang sulit dijangkau.
Namun, meski kekuatan besar sudah diturunkan, kebakaran belum bisa dipadamkan sepenuhnya. Kepulan asap terus merayap ke jalan raya, menciptakan dinding putih pekat. “Kami mengimbau pengendara menyalakan lampu dan menjaga jarak. Jangan memaksakan laju tinggi, jarak pandang sangat terbatas,” ujar Aipda Dedi Suryadi, anggota Satlantas Polres Ogan Ilir, saat ditemui di lokasi.













