KORDANEW – Suasana penuh emosi mewarnai Grand Prix Jepang 2025. Marc Marquez, pebalap andalan Ducati, akhirnya memastikan diri sebagai juara dunia MotoGP 2025 usai finis di posisi kedua. Gelar ini menjadi titel ke-7 di kelas premier untuk Marquez, sekaligus mengakhiri penantian panjang sejak terakhir kali menjadi juara pada 2019.
Titik Balik di Motegi
Marquez sebenarnya tidak perlu menang di Sirkuit Motegi. Dengan finis kedua di belakang rekan setimnya Francesco Bagnaia, poinnya sudah tak terkejar lagi oleh pesaing terdekat, Alex Márquez. Posisi enam yang diraih sang adik memastikan Marc meraih gelar lebih awal, tiga seri sebelum musim berakhir.
Begitu melewati garis finis, Marquez tampak emosional. Ia merayakan gelar ini dengan kru Ducati, sambil memberi penghormatan pada mantan kru lamanya di Honda — tim yang pernah menemaninya dalam masa-masa kejayaan sekaligus masa sulit.
Dari Cedera Parah ke Puncak Dunia
Perjalanan menuju gelar ini bukanlah hal mudah. Marquez sempat nyaris kehilangan karier karena serangkaian cedera lengan kanan yang memaksanya menjalani empat kali operasi. Performanya anjlok bersama Honda, bahkan sempat kesulitan menembus posisi sepuluh besar.
Namun, keputusan besar di akhir 2024 untuk pindah ke Ducati terbukti tepat. Dengan motor Desmosedici GP25 yang kompetitif, Marquez kembali menemukan ritme dan agresivitas khasnya.
“Ini bukan hanya tentang gelar, tapi tentang perjalanan. Dari rasa sakit, jatuh, bangkit lagi, dan kini berdiri di puncak. Saya sangat berterima kasih kepada semua orang yang percaya,” ujar Marquez usai balapan.
Rahasia Sukses Marquez 2025
Beberapa faktor yang membuat Marquez kembali ke puncak:
Ducati Desmosedici GP25
Motor ini dikenal stabil di tikungan cepat dan sangat bertenaga di trek lurus. Keseimbangan inilah yang memberi Marquez kepercayaan diri untuk kembali tampil agresif.













