Sumsel

Digitalisasi dan Perkembangan Ekonomi Di Sumatera Selatan

×

Digitalisasi dan Perkembangan Ekonomi Di Sumatera Selatan

Share this article
KORDANEWS-Bank Indonesia akan terus memperkuat sinergi dengan kebijakan stimulus fiskal dan sektor riil pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dengan tetap menjaga stabilitas perekonomian. PDB Indonesia 2025 diperkirakan tumbuh di atas titik kisaran 4,6 sampai dengan 5,4%.
Bambang Pramono selaku Kepala BI Perwakilan Provinsi Sumatera Selatan menyampaikan “Dari sisi fiskal, belanja pemerintah diperkirakan akan meningkat di semester II tahun 2025 sejalan dengan implementasi proyek prioritas pemerintah terkait program ketahanan pangan energi pertahanan dan keamanan serta paket kebijakan ekonomi pemerintah 2025, Bank Indonesia terus memperkuat bauran kebijakan moneter mikroprudensial dan sistem pembayaran untuk mendorong pertumbuhan ekonomi melalui penurunan suku bunga pelanggaran likuiditas, peningkatan insentif mikroprudensial, serta percepatan digitalisasi ekonomi dan keuangan.” ujarnya Selasa (30/09/25)
Dikatakannya, dengan penguatan sinergi kebijakan Bank Indonesia dan pemerintah tersebut pertumbuhan ekonomi semester II 2025 diprakirakan membaik sehingga secara keseluruhan tahun 2025 akan berada di atas titik tengah kisaran 4,6 sampai 5,4%. Kredit perbankan pada Agustus 2025 belum kuat meskipun meningkat dari Juli 2025 sebesar 7,03% (yoy) menjadi 7,56% (yoy) pada Agustus 2025. Dari sisi permintaan belum kuatnya perkembangan kredit dipengaruhi oleh sikap menunggu pelaku usaha (wait and see) suku bunga kredit yang masih tinggi, dan lebih besarnya pemanfaatan dana internal untuk pembayaran usahanya. Perkembangan ini mengakibatkan fasilitas pinjaman yang belum dicairkan masih cukup besar, tercermin dari rasio undisbursed loan pada agustus 2025 yang mencapai Rp. 2.372,11 triliun atau 22,71% dan plafon kredit yang tersedia. Rasio undisbursed loan terbesar terutama pada sektor industri, pertambangan, jasa dunia usaha dan perdagangan dengan jenis kulit model kerja.
Menurutnya, dari sisi penawaran kenaikan kredit didukung oleh tongkatnya likuiditas perbankan sebagaimana tercermin dari tingginya rasio alat liquid terhadap tanah pihak ketiga (AL/DPK) sebesar 27 koma 25 persen pada agustus 22 5 sejalan dengan ekspansi likuiditas moneter dan dan ketimbang indonesia serta minat penyaluran kredit perbankan yang membaik sebagaimana tercermin pada persyaratan pemberian kredit lee directory treatment namun demikian tingginya school bunga kredit masih menjadi salah satu faktor penahanan peningkatan kredit pembiayaan lebih lanjut untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi. Ketahanan perbankan tetap kuat. dari sisi permodalan rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Rasio/CAR) perbankan pada juli 2025 tetap tinggi sebesar 25,88% sehingga masih mampu untuk menyerap risiko.
“Rasio kredit bermasalah (non-performing Loan/NPL) perbankan terjaga rendah sebesar 2,28% (bruto) dan 0,86% (neto) pada juli 2025. Hasil stress test Bank Indonesia juga menunjukkan ketahanan perbankan tetap kuat, ditopang oleh kemampuan membayar dan profitabilitas korporasi yang terjaga. Ke depan dong indonesia terus memperkuat sinergi kebijakan bersama KSSK dalam menitigasi resiko ekonomi global dan domestik yang berpotensi mengganggu stabilitas sistem keuangan.” tutupnya. (eh)
Editor : Admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *