KORDANEWS -Sariawan dan luka lepuh di mulut adalah keluhan umum yang sering membuat kita kesulitan makan atau berbicara. Meskipun terlihat serupa, sangat penting untuk membedakan antara Sariawan Biasa (Canker Sore atau Stomatitis Aftosa) dengan Herpes di Mulut (Cold Sore atau Herpes Oral). Kedua kondisi ini memiliki akar penyebab yang berbeda, dan kekeliruan dalam diagnosis dapat mengakibatkan penanganan yang salah.
Berikut adalah perbandingan mendalam berdasarkan empat faktor utama:
1. Penyebab dan Sifat Penyakit
Ini adalah poin pembeda paling fundamental.
Sariawan Biasa
Penyebab: Penyebab pastinya seringkali tidak diketahui, tetapi sering dikaitkan dengan faktor non-infeksius. Pemicunya meliputi: trauma minor (seperti tergigit saat mengunyah, gesekan kawat gigi), stres emosional yang tinggi, perubahan hormonal, defisiensi nutrisi (terutama zat besi, folat, atau vitamin B12), atau sensitivitas terhadap makanan tertentu (misalnya makanan asam atau pedas).
Sifat Penyakit: Sariawan adalah luka tunggal dan umumnya tidak menular. Setelah sembuh, luka biasanya tidak meninggalkan bekas (jaringan parut).
Herpes di Mulut
Penyebab: Disebabkan oleh infeksi Virus Herpes Simpleks Tipe 1 (HSV-1). Virus ini sangat umum, dan sebagian besar orang dewasa sudah membawa virus ini di sistem saraf mereka.
Sifat Penyakit: Herpes adalah infeksi virus dan sangat menular. Begitu virus masuk ke tubuh, ia akan menetap seumur hidup dan bersifat kambuhan (rekuren). Artinya, virus bisa aktif kembali (kambuh) ketika dipicu oleh stres, demam, sakit, paparan sinar matahari, atau perubahan hormonal.
2. Lokasi dan Bentuk Luka
Perbedaan visual antara kedua kondisi ini adalah petunjuk diagnostik yang paling mudah dikenali.
Sariawan Biasa
Lokasi: Hampir selalu terbentuk di dalam rongga mulut pada jaringan lunak yang bergerak, seperti di bagian dalam pipi, di bawah lidah, gusi, atau bagian dalam bibir.
Bentuk: Biasanya muncul sebagai satu luka tunggal (kadang-kadang beberapa) yang berbentuk bulat atau oval. Lukanya cenderung dangkal dengan bagian tengah berwarna putih atau kuning keabu-abuan dan dikelilingi oleh batas merah akibat peradangan.
Herpes di Mulut
Lokasi: Umumnya muncul di luar mulut, paling sering di tepi bibir atau di sudut bibir (vermilion border). Kadang-kadang bisa menyebar ke sekitar hidung atau dagu. Pada infeksi primer (pertama kali), herpes juga dapat menyebabkan luka di gusi atau langit-langit mulut.
Bentuk: Berawal dari sensasi tidak enak, kemudian muncul sebagai kelompok lepuh atau lenting kecil berisi cairan. Lepuh ini akan pecah, mengeluarkan cairan yang sangat menular, dan akhirnya mengering membentuk kerak atau koreng berwarna cokelat.













