Entertainment

Berita Film: Ulasan ‘Zootopia 2’ Menarik Perhatian—Sekuel Disney Mengubah Fokus dari Mamalia ke Krisis Diskriminasi Reptil

×

Berita Film: Ulasan ‘Zootopia 2’ Menarik Perhatian—Sekuel Disney Mengubah Fokus dari Mamalia ke Krisis Diskriminasi Reptil

Share this article

KORDANEWS – Setelah sembilan tahun sejak film perdananya yang sukses besar, Disney kembali dengan sekuel yang sangat dinanti, ‘Zootopia 2’. Menurut ulasan awal, film ini tidak hanya mempertahankan pesona dan humor dari aslinya, tetapi juga memperdalam komentar sosialnya dengan memperkenalkan isu sensitif baru: diskriminasi terhadap reptil.

Film pertama tahun 2016 secara brilian membahas prasangka antara mamalia pemangsa dan mangsa. Kini, Zootopia 2 disebut-sebut “mengubah keseimbangan” naratif, menantang Judy Hopps dan Nick Wilde untuk menghadapi bentuk diskriminasi yang terjalin dalam struktur kota utopis itu sendiri.

Reptil Bukan Hanya Pelengkap, Tapi Inti Masalah
Ulasan menyoroti penambahan karakter baru yang menawan dan penting: Gary De’Snake (disuarakan oleh Ke Huy Quan), seekor ular beludak biru yang menjadi pusat misteri baru. Judy dan Nick, yang kini secara formal menjadi pasangan polisi namun tengah mengalami masalah komunikasi, menemukan diri mereka menjadi buronan bersama Gary.

Kisah detektif yang cerdas ini berfokus pada konspirasi yang jauh lebih tua dari yang mereka bayangkan. Ternyata, permusuhan terhadap spesies bersisik telah diabadikan secara sistemik oleh elit Zootopia, terutama oleh keluarga Lynxley yang kaya raya. Keluarga ini dituduh telah menggunakan pengaruh mereka untuk mengucilkan reptil dan mempertahankan status quo yang memihak mamalia.

Menggali Sudut Tersembunyi Zootopia
Dalam upaya memecahkan misteri ini, para pahlawan kita menjelajahi area-area Zootopia yang belum pernah dilihat sebelumnya. Salah satu lokasi penting yang diperkenalkan adalah Marsh Market, sebuah lingkungan yang terputus dari bagian kota lainnya dan menjadi tempat tinggal bagi reptil, mamalia semi-akuatik, dan spesies air lainnya.

Perjalanan ke Marsh Market bukan hanya tentang petualangan baru, tetapi juga mengungkapkan bagaimana perencanaan kota diskriminatif telah digunakan untuk mengisolasi komunitas tertentu selama beberapa generasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *