KORDANEWS – Walhi Sumatera Selatan mengingatkan tata kelola lingkungan yang tidak berkelanjutan berpotensi memicu meningkatnya bencana banjir dan longsor di wilayah Sumsel.
Direktur Eksekutif Walhi Sumsel Yuliusman mengatakan karakter geografis dataran tinggi hingga hilir ditambah pengelolaan lingkungan yang keliru membuat hulu rawan longsor dan wilayah hilir langganan banjir. Data 2024–2025 mencatat 158 kejadian banjir dan 48 longsor.
Banjir perkotaan, khususnya Palembang, dipicu minimnya RTH, buruknya pengelolaan sampah, dan drainase tak memadai, sedangkan banjir di kabupaten disebabkan aktivitas industri ekstraktif seperti tambang dan perkebunan yang merusak bentang alam.













