Health

Kenali Tanda Bahaya: Delapan Ciri Utama Penurunan Fungsi Hati yang Tak Boleh Diabaikan

×

Kenali Tanda Bahaya: Delapan Ciri Utama Penurunan Fungsi Hati yang Tak Boleh Diabaikan

Share this article

KORDANEW – Hati (liver) adalah organ vital terbesar kedua dalam tubuh manusia, bertugas melakukan lebih dari 500 fungsi penting, mulai dari membersihkan racun hingga memproduksi protein dan empedu. Ketika fungsi hati menurun atau mengalami kerusakan (seperti sirosis atau gagal hati), dampaknya dapat dirasakan oleh hampir setiap sistem dalam tubuh.

Penyakit hati sering disebut sebagai “silent killer” karena gejalanya bisa berkembang perlahan. Namun, jika Anda mencermati beberapa ciri khas berikut, Anda dapat segera mengambil tindakan medis untuk mencegah kerusakan lebih lanjut.

1. Perubahan Warna (Kuning dan Gelap)
Ciri yang paling dikenal adalah Jaundice (Penyakit Kuning). Ini terjadi ketika hati yang rusak tidak mampu memproses bilirubin (produk sisa pemecahan sel darah merah). Bilirubin menumpuk dalam darah, menyebabkan:

Kulit dan bagian putih mata (sklera) menguning.

Urin menjadi sangat gelap (seperti warna teh pekat).

Feses menjadi pucat atau berwarna seperti tanah liat, karena empedu yang memberi warna kecoklatan pada kotoran tidak lagi mengalir ke usus.

2. Pembengkakan dan Retensi Cairan
Ketika hati tidak berfungsi optimal, ia gagal memproduksi protein esensial, terutama albumin. Albumin berperan menjaga cairan tetap berada di dalam pembuluh darah.

  • Kekurangan albumin menyebabkan cairan bocor keluar, menghasilkan:
  • Edema: Pembengkakan yang paling jelas terlihat pada pergelangan kaki dan kaki.
  • Ascites: Penumpukan cairan abnormal yang signifikan di dalam rongga perut, menyebabkan perut terlihat membesar secara tidak wajar.

3. Kecenderungan Mudah Berdarah
Hati bertanggung jawab memproduksi sebagian besar faktor pembekuan darah. Jika hati rusak parah, kemampuan tubuh untuk menghentikan pendarahan menurun drastis.

Gejala yang muncul meliputi:

  • Mudah memar hanya karena benturan ringan.
  • Pendarahan gusi atau mimisan yang sulit berhenti.
  • Munculnya bintik-bintik merah kecil di kulit (petekie) akibat pendarahan di bawah kulit.

4. Kelelahan Ekstrem dan Penurunan Energi
Rasa lelah yang tidak hilang meskipun sudah beristirahat cukup sering dilaporkan oleh penderita penyakit hati kronis. Kelelahan ini bersifat persisten dan dapat sangat mengganggu aktivitas sehari-hari. Selain itu, kehilangan nafsu makan dan penurunan berat badan yang tidak disengaja juga menjadi gejala umum karena gangguan metabolisme.

5. Kulit Gatal Parah (Pruritus)
Penurunan fungsi hati dapat menyebabkan penumpukan garam empedu di bawah kulit. Penumpukan zat ini memicu rasa gatal yang intens dan mengganggu di seluruh tubuh. Rasa gatal ini tidak merespons obat gatal biasa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *